
Pupuk organik dongkrak hasil panen di tengah tekanan pasokan akibat konflik Timur Tengah

Skenario perkebunan vertikal untuk pertanian nirawak dipamerkan dalam Pameran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) Sayuran Internasional (Shouguang) China ke-27 di Shouguang, Provinsi Shandong, China timur, pada 20 April 2026. (Xinhua/Xu Suhui)
Pengurangan nitrogen sintetis hingga kurang dari 45 persen serta penggunaan pupuk organik dapat mempertahankan produktivitas tanpa meningkatkan emisi.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Mengganti sebagian pupuk nitrogen sintetis dengan sedikit bahan organik dapat meningkatkan kualitas tanah, hasil panen, dan efisiensi nutrien, demikian menurut temuan sebuah studi, di tengah ketegangan Timur Tengah yang mengganggu pasokan global.
Studi yang dipimpin oleh University of Western Australia (UWA) itu dilakukan di saat sekitar 60 persen pasokan global pupuk nitrogen berbasis urea melewati Selat Hormuz, di mana gangguan geopolitik memperketat pasokan dan meningkatkan biaya bagi petani Australia, urai pernyataan UWA yang dirilis pada Kamis (30/4).
"Petani Australia berupaya menggunakan pupuk secara efisien untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan," ujar Profesor Kadambot Siddique dari Institut Pertanian UWA.
Studi itu, yang ditulis bersama oleh Siddique dan sejumlah mitra penelitian internasional asal China, menunjukkan bagaimana penyesuaian strategi pemupukan dengan bahan organik dan anorganik dapat memaksimalkan hasil agronomik, ekologis, dan ekonomi.
Tim peneliti tersebut mengkaji sistem rotasi gandum pada musim dingin dan jagung pada musim panas berdasarkan strategi pemupukan yang berbeda.
"Pengurangan nitrogen sintetis hingga kurang dari 45 persen serta penggunaan pupuk organik dapat mempertahankan produktivitas tanpa meningkatkan emisi," tutur Siddique.
Tim peneliti ini menuturkan bahwa pengoptimalan keseimbangan nitrogen organik-sintetis dapat meningkatkan efisiensi pupuk, menaikkan kualitas tanah, dan memangkas emisi pertanian, sehingga menawarkan jalur potensial bagi terciptanya sistem pertanian yang lebih tangguh di tengah kondisi pasokan global yang tidak menentu.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Biocad produksi vaksin kedua Rusia
Indonesia
•
02 Sep 2020

China tingkatkan perlindungan mamalia langka di Sungai Yangtze
Indonesia
•
29 Nov 2022

Teknologi EMG sukses uji orbit, jadi langkah besar untuk bangun rumah sakit antariksa
Indonesia
•
01 Jul 2026

Bayi panda penangkaran dengan bobot tubuh terberat di dunia lahir di China
Indonesia
•
18 Aug 2022


Berita Terbaru

Feature – Tak perlu tutup jalan, teknologi China bikin jembatan ‘pintar’ bisa pantau kondisinya sendiri
Indonesia
•
17 Jul 2026

Sel Surya tandem perovskit-organik bisa menyala terus 625 jam, tetap pertahankan 90 persen performanya
Indonesia
•
17 Jul 2026

Teknologi laser bisa deteksi minuman beralkohol palsu tanpa membuka botol
Indonesia
•
17 Jul 2026

ITB perkuat kerja sama riset energi, garap AI, hidrogen, hingga teknologi penangkap karbon
Indonesia
•
17 Jul 2026
