Banner

Saudi Aramco ungguli Apple dan Google jadi perusahaan paling menguntungkan di dunia

Perusahaan minyak negara Arab Saudi Aramco menjadi perusahaan paling menguntungkan di dunia para kuarter ketiga 2021, mengalahkan raksasa teknologi seperti Google, Amazon dan Apple, serta perusahaan energi terdaftar lainnya seperti ExxonMobil dan Shell. (Aramco)

Bekasi, Jawa Barat (Indonesia Window) –  Perusahaan minyak negara Arab Saudi Aramco menjadi perusahaan paling menguntungkan di dunia para kuarter ketiga 2021, mengalahkan raksasa teknologi seperti Google, Amazon dan Apple, serta perusahaan energi terdaftar lainnya seperti ExxonMobil dan Shell menurut laporan Arab News yang dikutip pada Ahad.

Berkat kenaikan harga minyak baru-baru ini, perusahaan yang berbasis di Dhahran itu melaporkan bahwa laba bersihnya pada kuartal ketiga meningkat 158 persen menjadi 114 miliar riyal Saudi (sekitar 30,4 miliar dolar AS), dibandingkan angka tahun lalu sebesar 11,8 miliar dolar AS.

Banner

Sementara itu, penjualan melonjak sebesar 80 persen menjadi 359 miliar riyal Saudi (sekira 96 miliar dolar AS).

“Kinerja kuartal ketiga kami yang luar biasa adalah hasil dari peningkatan aktivitas ekonomi di pasar-pasar utama dan rebound permintaan energi, serta posisi berbiaya rendah yang unik, disiplin keuangan kami dan kemampuan kami yang telah terbukti untuk memberikan energi esensial dan produk kimia secara andal kepada pelanggan,” kata Presiden dan CEO Aramco Amin Nasser dalam sebuah pernyataan, Ahad.

“Beberapa hambatan masih ada untuk ekonomi global, sebagian karena hambatan rantai pasokan, tetapi kami optimis bahwa permintaan energi akan tetap sehat di masa mendatang,” tambahnya.

Banner

“Ke depan, kami mempertahankan strategi kami untuk berinvestasi dalam jangka panjang. Kami akan membangun rekam jejak kinerja berbiaya rendah dan intensitas rendah karbon untuk meraih ambisi kami yang baru diumumkan untuk mencapai Scope 1 dan Scope 2 yang bersih dari emisi gas rumah kaca di seluruh aset kami yang dioperasikan sepenuhnya pada tahun 2050,” ujar Nasser.

Laporan: Raihana Radhwa

Banner

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner
Banner

Iklan