Satelit Taiwan kumpulkan 10 juta data meteorologi

Satelit Taiwan kumpulkan 10 juta data meteorologi
Gedung Taipei 101, salah satu tengara di ibu kota Taiwan, Taipei. (Photo by Remi Yuan on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Sejauh ini Taiwan telah menunjukkan upaya yang optimal dalam mengatasi perubahan iklim global, menekankan peran besar dan pentinya dalam menjaga lingkungan hidup dunia.

Menteri Perlindungan Lingkungan Taiwan Chang Tzi-chin menyebutkan bahwa satelit FORMOSAT-3 yang diluncurkan oleh Taiwan pada 2006 telah mengumpulkan lebih dari 10 juta data meteorologi.

Sementara itu, Satelit FORMOSAT-7 yang diluncurkan tahun ini akan lebih efektif meningkatkan keakuratan prakiraan cuaca ekstrem dan memberikan kontribusi positif dalam menetapkan prakiraan cuaca global serta menangani perubahan iklim.

Selain itu, Taiwan juga memfasilitasi  penelitian ilmiah secara cuma-cuma kepada para sarjana dari berbagai negara, demikian pernyataan dari Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO/Taipei Economic and Trade Office) yang diterima di Jakarta, Ahad.

Menurut Menteri Chang, Taiwan telah merumuskan Rencana Upaya Adaptasi Perubahan Iklim Nasional guna membangun sistem ketahanan dalam menanggapi perubahan iklim yang mencakup delapan aspek, yakni bencana, infrasruktur kelangsungan hidup, sumber daya air, keamanan pertanahan, pesisir pantai, energi dan industri, pertanian, serta kesehatan.

Dengan seluruh upaya Taiwan menangani perubahan iklim selama ini Menteri Chang menekankan sangat tidak adil bagi Taiwan dikeluarkan dari organisasi internasional karena prasangka politik.

Tidak dimasukkannya Taiwan dalam sistem global penanganan perubahan iklim bertentangan dengan semangat UNFCCC (The United Nations Framework Convention on Climate Change) atau Konvensi Kerangka Kerja Tentang Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa Bangsa yang menyerukan agar semua negara untuk bekerja sama secara luas.

Pengecualian Taiwan tersebut juga mengabaikan Perjanjian Paris yang menekankan Keadilan Iklim dan  menyerukan pentingnya tindakan oleh negara seluruh dunia dan bertolak belakang dengan tujuan Piagam PBB, sehingga akan melemahkan struktur internasional dan membahayakan dunia.

Dalam menghadapi masyarakat internasional, Taiwan adalah teman yang tulus dan bertanggung jawab, serta ingin berkontribusi.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here