
Data satelit pengamatan matahari China dibuka untuk uji coba penggunaan

Roket pengangkut Long March-2D yang membawa wahana Advanced Space-based Solar Observatory (ASO-S) lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut pada 9 Oktober 2022. (Xinhua/Wang Jiangbo)
Satelit penjelajah matahari komprehensif pertama China, ASO-S, diluncurkan pada Oktober 2022 dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut, dan setelah beroperasi selama enam bulan di orbit, satelit itu telah mengantongi sekitar 80 terabita (TB) data mentah pengamatan matahari.
Beijing, China (Xinhua) – Data pengamatan satelit dari wahana Advanced Space-based Solar Observatory (ASO-S) dibuka untuk uji coba penggunaan di dalam dan luar China, demikian disampaikan oleh pihak berwenang pada Rabu (12/4).Sebuah rilis data dan konferensi pelatihan tentang cara menggunakan data observasi itu diadakan secara daring, yang dihadiri oleh hampir 400 ahli fisika matahari dari 25 negara.ASO-S, satelit penjelajah matahari komprehensif pertama China, diluncurkan pada Oktober tahun lalu dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut.Setelah beroperasi selama enam bulan di orbit, satelit itu telah mengantongi sekitar 80 terabita (TB) data mentah pengamatan matahari.Saat berbicara dalam konferensi tersebut, Gan Weiqun, kepala ilmuwan untuk satelit itu, memberikan gambaran umum yang komprehensif tentang cakupan uji coba pembukaan data tersebut, termasuk seluruh pengamatan dari Hard X-ray Imager (HXI) sejak 1 April, beberapa pengamatan dari Full-disk Vector MagnetoGraph (FMG), dan beberapa pengamatan dari Lyman-alpha Solar Telescope (LST)."Di masa mendatang, kami akan melakukan penyesuaian berdasarkan pengujian satelit itu di orbit, yang pada akhirnya membuat semua pengamatan satelit tersebut tersedia untuk publik secara kuasi-waktu nyata," ujar Gan.Konferensi dua hari yang digelar mulai Selasa (11/4) itu diselenggarakan bersama oleh Purple Mountain Observatory di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), Pusat Ilmu Antariksa Nasional di bawah naungan CAS, dan Pusat Data Ilmu Antariksa Nasional China.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Penelitian: Obat HIV bantu kembalikan memori lansia
Indonesia
•
30 May 2022

‘Bahan kimia abadi’ terdeteksi di dalam darah lebih dari 85 persen warga Australia
Indonesia
•
28 May 2025

Siapa leluhur orang Indonesia? Peneliti temukan petunjuk penting di Sumatra dan Kalimantan
Indonesia
•
01 Jun 2026

Sebuah studi baru temukan perbedaan dampak ‘long COVID’ pada remaja dan anak-anak
Indonesia
•
23 Aug 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
