
Mikroba selimuti Tembok Besar China, jadi pelindung alami

Foto ini menunjukkan pemandangan Tembok Besar di Pegunungan Taihang di wilayah Laiyuan, Provinsi Hebei, China utara, pada 26 Juli 2025. (Xinhua/Ma Weibing)
Permukaan Tembok Besar China dilapisi oleh komunitas mikroba yang dikenal sebagai biocrust, secara efektif menahan kerusakan, memainkan peran kunci dalam pelestarian jangka panjang.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Penelitian baru mengungkapkan bahwa "kulit hidup" tipis yang melapisi permukaan Tembok Besar China berfungsi sebagai lapisan pelindung alami yang kuat.Studi tersebut, yang diterbitkan pada pekan ini di jurnal Current Biology, menunjukkan bahwa komunitas mikroba ini, yang dikenal sebagai biocrust dan yang menyelimuti sebagian besar monumen kuno ini, tidak hanya memperkaya keanekaragaman hayati di Tembok Besar, tetapi juga secara efektif menahan kerusakan, memainkan peran kunci dalam pelestarian jangka panjang.Tim ilmuwan dari Universitas Pertanian China menganalisis enam lokasi pengambilan sampel di sepanjang 600 kilometer Tembok Besar, yang melintasi daerah beriklim gersang dan semigersang. Mereka membandingkan mikrobioma permukaannya, yang terdiri dari agregat kompleks cyanobacteria, ganggang, lumut, dan alga, dengan dinding tanah gundul yang berdekatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa seksi yang dilapisi kerak biologis ini mendukung komunitas bakteri dan jamur dengan kelimpahan, keragaman, dan kompleksitas jaringan yang lebih besar 12 hingga 62 persen.Mosaik kerak tanah biologis tersebut memperkaya gen fungsional yang tahan terhadap tekanan sebesar 4 hingga 15 persen, sekaligus mengurangi prevalensi jalur metabolisme yang berkaitan dengan kerusakan warisan budaya, menurut studi itu.Penemuan tersebut menjadi "sebuah langkah penting untuk memahami mikrobioma Tembok Besar, yang berkontribusi dalam melestarikan monumen (buatan) manusia yang tak tertandingi ini untuk generasi mendatang," ujar para peneliti tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Guangzhou di China alami musim panas terpanjang sejak 1961
Indonesia
•
15 Nov 2024

Teleskop surya milik China mulai uji coba pengamatan
Indonesia
•
18 Jul 2023

Tingkat kelangsungan hidup pasien kanker anak dan remaja meningkat di China
Indonesia
•
24 Dec 2025

DeepSeek luncurkan model AI baru dengan efisiensi tinggi dan kinerja unggul
Indonesia
•
03 Dec 2025


Berita Terbaru

Studi temukan tekanan di Sesar San Andreas capai level tertinggi dalam 1.000 tahun
Indonesia
•
17 Jun 2026

El Nino sangat kuat kini terjadi di Samudra Pasifik tropis, risiko cuaca kering meningkat
Indonesia
•
17 Jun 2026

Obat berbasis tembaga terbukti kurangi protein beracun Alzheimer, tingkatkan memori spasial
Indonesia
•
16 Jun 2026

China ciptakan ‘silikon termurni’ di dunia, berhasil produksi massal silikon-28 ultra murni
Indonesia
•
16 Jun 2026
