Sarawak di Malaysia catat kualitas udara berbahaya seiring berlanjutnya kabut asap

Menara Kembar Petronas diselimuti kabut asap di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 10 September 2019. (Xinhua/Zhu Wei)

Kuala Lumpur, Malaysia (Xinhua/Indonesia Window) – Sejumlah area di Negara Bagian Sarawak, yang terletak di bagian utara Pulau Kalimantan, mencatat kualitas udara yang termasuk dalam kategori berbahaya, dengan Indeks Polutan Udara (Air Pollutant Index/API) melampaui angka 301 pada Senin (31/8).

Area yang terdampak paling parah adalah Serian, ibu kota Divisi Serian, yang melaporkan API sebesar 476, sementara area-area lain yang juga terdampak parah adalah Lubok Antu (367), Lundu (349), dan Sri Aman (326), menurut data dari Air Pollutant Index Management System (APIMS).

Berdasarkan pemeringkatan kualitas udara di Malaysia, nilai API 0-50 masuk kategori ‘baik’, 51-100 ‘sedang’, 101-200 ‘tidak sehat’, 201-300 ‘sangat tidak sehat’, sedangkan 301 ke atas dikategorikan ‘berbahaya’.

Kementerian Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia sebelumnya mengaitkan kabut asap yang meluas tersebut dengan cuaca panas dan kering berkepanjangan yang berkaitan dengan fenomena El Nino, curah hujan di bawah rata-rata, serta pembakaran terbuka ekstensif di dalam negeri maupun lintas perbatasan.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait