
Kisah – Kemiskinan selimuti warga Afghanistan saat musim dingin

Foto yang diabadikan pada 5 Desember 2022 ini memperlihatkan sebuah keluarga miskin di Kabul, Afghanistan. (Xinhua/Saifurahman Safi)
Sanksi AS terhadap Afghanistan dan larangan penebangan pohon secara ilegal oleh pemerintahan sementara yang dipimpin Taliban telah menyebabkan harga kayu dan bahan bakar melonjak, sehingga tak terjangkau oleh warga biasa.
Kabul, Afghanistan (Xinhua) – "Harga-harga meroket, tingkat kemiskinan tinggi, dan saya adalah satu-satunya pencari nafkah di keluarga saya, memiliki taksi dan berkeliling di jalanan dari fajar hingga senja demi menghidupi keluarga saya," ungkap seorang warga Kabul bernama Wahidullah.Memiliki keluarga yang beranggotakan 22 orang dan tinggal di Desa Shiwaki di pinggiran Kabul, ibu kota Afghanistan, Wahidullah mengatakan bahwa kemiskinan telah melemahkan kemampuannya untuk membeli kayu bakar atau batu bara guna menjaga rumahnya tetap hangat selama musim dingin."Tahun lalu, harga 1 ton batu bara adalah 6.000 afghani hingga 6.500 afghani, tetapi tahun ini harganya mencapai 16.000 afghani, harga yang tidak terjangkau bagi orang biasa," kata Wahidullah kepada Xinhua di sebuah toko batu bara.
Seorang warga Afghanistan memotong kayu untuk dijual di Kabul, Afghanistan, pada 5 Desember 2022. (Xinhua/Saifurahman Safi)
Foto yang diabadikan pada 5 Desember 2022 ini memperlihatkan seorang anak dari keluarga miskin di Kabul, Afghanistan. (Xinhua/Saifurahman Safi)
Warga Afghanistan melakukan tawar-menawar dengan penjual kayu di sebuah toko kayu di Kabul, Afghanistan, pada 5 Desember 2022. (Xinhua/Saifurahman Safi)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – AS setujui dosis kedua ‘booster’ yang diperbarui untuk lansia dan populasi dengan gangguan imun
Indonesia
•
19 Apr 2023

Warga Taiwan makan plastik setara satu sedotan per tahun lewat ‘seafood’
Indonesia
•
31 Jan 2021

Laporan AP sebut narapidana hasilkan lebih dari 250 juta dolar AS untuk Alabama sejak tahun 2000
Indonesia
•
26 Dec 2024

COVID-19 – Selandia Baru berpotensi hadapi kembali gelombang baru infeksi
Indonesia
•
05 Oct 2022


Berita Terbaru

Meta dan YouTube dinyatakan bertanggung jawab terkait kecanduan media sosial di AS
Indonesia
•
27 Mar 2026

Menuju Olimpiade Los Angeles 2028: Atlet transgender dilarang ikut kompetisi perempuan
Indonesia
•
27 Mar 2026

Queensland di Australia akan larang anak di bawah 16 tahun kendarai perangkat ‘e-mobility’
Indonesia
•
25 Mar 2026

Badan Pengawas Obat AS tarik hampir 90.000 botol ibuprofen anak secara nasional
Indonesia
•
21 Mar 2026
