
2.056 robot dari 16 negara akan bertanding di World Humanoid Robot Games Beijing

Sejumlah robot humanoid sedang bertarung dalam pertandingan 'kickboxing' di ajang World Humanoid Robot Games 2025 di Beijing, ibu kota China, pada 15 Agustus 2025. (Xinhua/Ju Huanzong)
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah robot yang akan berpartisipasi di ajang World Humanoid Robot Games kedua mendatang meningkat empat kali lipat dibandingkan penyelenggaraan perdana tahun lalu, demikian dikatakan pihak penyelenggara pada Kamis (13/8).
Ajang yang dijadwalkan berlangsung di Beijing pada 22-26 Agustus itu telah menarik 666 tim dan 2.056 robot dari 16 negara, kata Direktur Biro Ekonomi dan Teknologi Informasi Kota Beijing Jiang Guangzhi dalam konferensi pers.
Robot-robot yang berpartisipasi antara lain berasal dari negara-negara kekuatan utama di bidang robotika, seperti Amerika Serikat (AS), Jerman, dan Jepang. Brasil juga membentuk tim nasional yang terdiri atas lima skuad RoboCup, kata Jiang.
Partisipasi dari dalam negeri China mencakup 641 tim dan 1.975 robot dari 157 perusahaan serta 200 universitas dan lembaga penelitian, termasuk perusahaan robotika terkemuka China dan 27 universitas ternama China, menurut pejabat itu.
Pihak penyelenggara mengatakan ajang tahun ini akan mempertandingkan lebih dari 30 cabang, termasuk sejumlah cabang yang baru ditambahkan seperti lompat jauh, angkat besi, tarik tambang, dan tenis meja. Berbagai cabang tersebut dirancang untuk menguji kemampuan pengendalian gerak, desain struktur, dan komponen inti robot.
Kompetisi berbasis skenario juga akan diperluas ke lingkungan dunia nyata, termasuk pabrik, hotel, rumah, dan fasilitas logistik. Berbagai tugas seperti perakitan, pekerjaan rumah tangga, tanggap darurat, dan penyortiran buku perpustakaan akan menguji kemampuan robot dalam menjalankan tugas-tugas praktis di lingkungan yang menantang.
Jiang mengatakan banyak peraturan dalam kompetisi tersebut diperkirakan akan berkembang menjadi standar teknis praktis, sehingga membantu mengubah kemajuan teknologi menjadi penerapan industri.
"Setelah robot menguasai keterampilan-keterampilan 'meter terakhir' tersebut, mereka dapat mengubah medali menjadi pesanan dan langsung beralih dari arena kompetisi ke tempat kerja di dunia nyata," ujar Jiang.
World Humanoid Robot Games pertama yang digelar pada Agustus 2025 diikuti oleh 280 tim dan lebih dari 500 robot humanoid dari 16 negara.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Perintah eksekutif Trump tentang AI batasi kewenangan negara bagian
Indonesia
•
13 Dec 2025

Logam berbahaya bisa masuk ke paru-paru lewat vape
Indonesia
•
18 Apr 2026

China dan Eropa jalin kerja sama dalam pengujian satelit-roket
Indonesia
•
17 Feb 2023

Kapal penumpang roro raksasa buatan China bertolak menuju Italia
Indonesia
•
20 Dec 2023


Berita Terbaru

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026

Dibekali kamera 200MP, Huawei nova 16s Series 5G resmi meluncur di Indonesia
Indonesia
•
22 Oct 2026

Feature – Karya AI terjual 19,4 miliar rupiah, apakah ini bisa disebut karya seni?
Indonesia
•
21 Oct 2026

Mikroskop nirkabel 1 gram mampu rekam 8.500 ‘neuron’ sekaligus
Indonesia
•
21 Oct 2026
