Bebas visa dan QRIS antarnegara, Indonesia siapkan 1,9 juta kursi penerbangan untuk pasar wisata China

Foto yang diabadikan pada 25 Mei 2026 ini memperlihatkan penampilan tarian tradisional Bali dalam acara Sales Mission yang digelar oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di Guangzhou, China selatan. (Xinhua)

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia (RI) terus memperkuat promosi destinasi Indonesia di pasar China untuk memanfaatkan peluang dari kebijakan bebas visa yang diterapkan oleh negara tersebut bagi warga negara asing sejak Agustus 2026.

Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan platform perjalanan digital terkemuka seperti Ctrip, Qunar dan Tuniu, maskapai penerbangan China Southern Airlines dan Xiamen Airlines, serta pelaku industri pariwisata, untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan China ke Indonesia.

"Kemenpar terus memperkuat promosi di pasar China," ujar Ni Luh kepada Xinhua pada Kamis (22/10).

Pemerintah Indonesia juga terus memperkuat kemudahan berwisata, salah satunya melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara Indonesia-China yang mulai diberlakukan pada 30 April 2026.

Menurut sang wakil menteri, skema pemfasilitasan perjalanan yang diterapkan oleh pemerintah China yakni skema bebas visa regional bagi rombongan wisatawan dari negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, dapat mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Bagi Indonesia, Ni Luh memaparkan bahwa pergerakan dua arah yang makin aktif dapat mendorong penambahan rute dan frekuensi penerbangan langsung antara kedua negara, yang juga membuka peluang lebih besar bagi kunjungan wisatawan China ke Indonesia.

Mengutip data dari Amadeus, Kemenpar RI menunjukkan bahwa hingga Oktober 2026, terdapat kapasitas sekitar 1,9 juta kursi penerbangan langsung dari berbagai kota di China ke Indonesia.

"China adalah salah satu pasar utama kami. Pada Agustus 2026, wisatawan China menjadi penyumbang kunjungan terbesar ketiga dengan sekitar 162.600 kunjungan, tumbuh sekitar 15,6 persen dibandingkan Agustus 2025," ungkap Ni Luh.

Ke depannya, Kemenpar RI mendorong perluasan promosi dan paket wisata yang lebih beragam, tidak hanya ke Bali, tetapi juga destinasi lain dengan potensi wisata bahari, alam, budaya, dan kebugaran (wellness).

"Kami berharap kolaborasi pemerintah dan industri kedua negara semakin mempermudah akses informasi dan perjalanan, sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan China ke Indonesia," tambah Ni Luh.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait