
APEC sepakati pernyataan kebijakan pembiayaan infrastruktur digital Asia-Pasifik

Foto yang diabadikan pada 21 Oktober 2026 ini memperlihatkan konferensi pers untuk Pertemuan Menteri Keuangan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang digelar di Hong Kong, China selatan. (Xinhua/Wang Shen)
Hong Kong (Xinhua/Indonesia Window) – Pertemuan Menteri Keuangan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) ditutup di Hong Kong, China selatan, pada Rabu (21/10), dengan menghasilkan sejumlah pencapaian praktis, demikian menurut Kementerian Keuangan China.
Pertemuan tersebut meninjau dan mengadopsi Pernyataan Bersama Menteri Keuangan APEC 2026 serta Pernyataan Kebijakan tentang Pembiayaan Infrastruktur Digital di Kawasan Asia-Pasifik, yang memberikan panduan untuk memperdalam kerja sama keuangan di antara perekonomian-perekonomian anggota APEC, papar Kementerian Keuangan China dalam sebuah pernyataan daring.
Pertemuan tersebut juga menghasilkan dokumen-dokumen lain, termasuk laporan mengenai pertimbangan kebijakan fiskal untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di APEC serta kompendium tentang akses dan peluang keuangan bagi semua.
Perekonomian-perekonomian anggota APEC juga sepakat untuk mendorong pengembangan kapasitas dan pertukaran bagi para profesional muda bidang keuangan di kawasan Asia-Pasifik.
Menteri Keuangan China Lan Fo'an, yang memimpin pertemuan tersebut, menekankan peran APEC sebagai platform utama untuk memperkuat koordinasi kebijakan makroekonomi dan memajukan integrasi ekonomi regional.
Semua anggota harus tetap berkomitmen untuk melaksanakan konsensus Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC, menjunjung tinggi multilateralisme, serta memperdalam kerja sama fiskal dan keuangan yang pragmatis, sehingga berkontribusi bagi stabilitas ekonomi dan keuangan regional serta pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang, kata Lan.
Pertemuan yang digelar dari Selasa (20/10) hingga Rabu tersebut dihadiri oleh lebih dari 300 delegasi dari perekonomian-perekonomian anggota APEC, pengamat APEC, dan organisasi internasional terkait.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta membahas berbagai topik, termasuk prospek ekonomi dan keuangan global maupun regional, kebijakan fiskal yang mendukung rumah tangga, pembiayaan infrastruktur digital, akses dan peluang keuangan bagi semua, serta dialog talenta muda APEC di bidang keuangan.
Lan memaparkan momentum positif yang terus berlanjut dalam perekonomian China, ditandai dengan inovasi yang lebih kuat, peningkatan kualitas pertumbuhan, dan kemajuan yang stabil.
Lan juga menekankan bahwa China akan tetap berkomitmen kuat untuk mewujudkan pembangunan berkualitas tinggi, mempercepat pengembangan penggerak pertumbuhan baru, serta mengintensifkan upaya untuk memperluas permintaan domestik.
China akan terus mendorong keterbukaan berstandar tinggi dan menciptakan peluang baru bagi kawasan Asia-Pasifik dan sekitarnya melalui kemajuan lebih lanjut dalam modernisasi China, tambah Lan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Trump tanda tangani perintah pemberlakuan tarif tambahan 25 persen untuk barang-barang dari India
Indonesia
•
08 Aug 2025

Fokus Berita – Rumput Laut Indonesia jadi sumber pendapatan ganda: Komoditas dan kredit karbon
Indonesia
•
09 Sep 2026

Alphabet laporkan pertumbuhan pendapatan 14 persen pada Q2 2024
Indonesia
•
26 Jul 2024

Jaringan pengisian daya EV di China kian meluas, Indonesia percepat ekspansi SPKLU
Indonesia
•
22 Apr 2026


Berita Terbaru

Investasi Hong Kong dan China di Indonesia tembus 320,5 triliun rupiah, lampaui Singapura
Indonesia
•
21 Oct 2026

Feature – Sinar matahari menjadi listrik, transfer teknologi dukung kemajuan Indonesia dalam transisi hijau
Indonesia
•
22 Oct 2026

Bebas visa dan QRIS antarnegara, Indonesia siapkan 1,9 juta kursi penerbangan untuk pasar wisata China
Indonesia
•
22 Oct 2026

Empat agenda keuangan APEC: Fiskal, infrastruktur digital, inklusi, dan talenta muda
Indonesia
•
21 Oct 2026
