Kongres AS loloskan RUU Stablecoin

Foto yang diabadikan pada 3 Juli 2025 ini menunjukkan gedung Capitol Amerika Serikat (AS) di Washington DC, AS. (Xinhua/Hu Yousong)
RUU Stablecoin menjabarkan standar untuk stablecoin, sejenis mata uang digital yang dipatok ke dolar AS atau mata uang fiat lainnya.
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) pada Kamis (17/7) meloloskan sebuah rancangan undang-undang (RUU) penting tentang koin stabil (stablecoin) setelah Senat menyetujui RUU tersebut pada Juni.Dengan nama Undang-Undang Panduan dan Pembentukan Inovasi Nasional untuk Koin Stabil (Guiding and Establishing National Innovation for U.S. Stablecoins Act) AS, atau GENIUS Act, RUU itu menjabarkan standar untuk stablecoin, sejenis mata uang digital yang dipatok ke dolar AS atau mata uang fiat lainnya.RUU tersebut diloloskan dengan suara 308 banding 122 di DPR dengan dukungan bipartisan.Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan segera menandatangani RUU tersebut menjadi undang-undang (UU) dan itu akan menjadi regulasi federal pertama tentang stablecoin di AS.Trump menjadi pendukung RUU tersebut dan mendesak anggota parlemen dari Partai Republik untuk memberikan suara mendukung.Pada Kamis tersebut, DPR juga meloloskan Undang-Undang Kejelasan Pasar Aset Digital (Digital Asset Market Clarity Act), yang menetapkan aturan untuk pertukaran kripto, broker, dan penerbit; serta Undang-Undang Pengawasan Negara Anti-CBDC (Anti-CBDC Surveillance State Act), yang melarang mata uang digital bank sentral. Kedua RUU itu masih harus mendapat persetujuan di Senat, yang berarti nasibnya masih belum pasti.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Putin pastikan Rusia dan Belarusia selamanya bersekutu
Indonesia
•
03 Jul 2022

Pengadilan Korsel tolak surat perintah penangkapan eks Presiden Yoon
Indonesia
•
28 Jun 2025

Rusia-AS lakukan pertukaran tahanan
Indonesia
•
09 Dec 2022

80 kandidat mendaftar untuk bersaing dalam pilpres Iran
Indonesia
•
05 Jun 2024
Berita Terbaru

Pakistan lancarkan serangan udara terhadap berbagai fasilitas Taliban di Afghanistan
Indonesia
•
01 Mar 2026

Hillary Clinton bersaksi dirinya "tidak tahu" soal kejahatan Epstein
Indonesia
•
01 Mar 2026

Pertemuan darurat OKI tolak perluasan permukiman Israel
Indonesia
•
01 Mar 2026

Alasan risiko keamanan, AS izinkan staf nonesensial kedubes tinggalkan Israel
Indonesia
•
01 Mar 2026
