Rusia kembangkan sistem navigasi bulan dengan 24 satelit

Rusia kembangkan sistem navigasi bulan dengan 24 satelit
Ilustrasi. Pembuat satelit Rusia Information Satellite Systems (ISS) JSC telah mengerjakan fungsionalitas dan komposisi sistem navigasi Bulan yang akan datang, yang akan mencakup setidaknya 24 pesawat ruang angkasa. (Donald Giannatti on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Pembuat satelit Rusia Information Satellite Systems (ISS) JSC telah mengerjakan fungsionalitas dan komposisi sistem navigasi Bulan yang akan datang, yang akan mencakup setidaknya 24 pesawat ruang angkasa, kata CEO ISS Nikolay Testoyedov kepada Kantor Berita TASS pada Selasa (1/9).

Sistem navigasi tersebut dapat menyediakan data komunikasi dan pemosisian kepada orang yang berada di permukaan bulan.

Menurut Testoyedov, perusahaan itu telah bekerja danmengeluarkan semua perhitungan yang diperlukan.

“Kami masih menghitungnya, meliputi jumlah pesawat luar angkasa, balistik, jumlah pesawat, fungsi dan sebagainya. Jika mereka mengatakan mereka membutuhkan komunikasi, hal ini akan disediakan, karena (pesawat luar angkasa) akan menjadi semacam modifikasi atau tiruan penuh dari apa yang kami buat di Bumi,” kata Testoyedov.

Dia menjelaskan, komposisi minimum sistem navigasi bulan harus mencakup 24 satelit, sama seperti Bumi. Namun, pentahapan kelompok navigasi bulan akan ditentukan oleh pentahapan kolonisasi Bulan.

Testoyedov menerangkan bahwa satelit bulan kemungkinan besar lebih sederhana, karena yang dibangun untuk Bumi sangat multifungsi.

Rusia mengembangkan program penelitian dan kolonisasi Bulan, yang akan dimulai dengan misi otomatis (yang pertama, Luna-2025, akan diluncurkan tahun depan).

Selanjutnya, misi pendaratan berawak ke Bulan akan dilakukan di waktu mendatang.

Di masa depan, Rusia akan memulai pembangunan pangkalan kunjungannya di kutub selatan satelit Bumi tersebut.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here