
Rudal AS yang hantam SD di Iran diduga salah target karena pakai data intelijen usang

Warga berkumpul untuk melakukan upacara pemakaman massal bagi siswa dan staf yang tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel di sebuah sekolah di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, pada 3 Maret 2026. (Xinhua/Kantor Berita Mehr)
Serangan rudal Tomahawk Amerika Serikat di sebuah sekolah dasar di Iran, yang menewaskan lebih dari 160 orang dan sebagian besar di antaranya adalah siswa, disebabkan oleh kesalahan dalam penentuan target.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah penyelidikan militer yang masih berlangsung menyebutkan hasil awal yang menyatakan bahwa serangan rudal Tomahawk Amerika Serikat (AS) di sebuah sekolah dasar di Iran, yang menewaskan lebih dari 160 orang dan sebagian besar di antaranya adalah siswa, disebabkan oleh kesalahan dalam penentuan target. Demikian dilaporkan The New York Times pada Rabu (11/3).
Para pejabat yang telah mendapatkan pengarahan singkat tentang penyelidikan itu mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa perwira di Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS menentukan koordinat serangan menggunakan informasi intelijen yang sudah usang dari Badan Intelijen Pertahanan (Defense Intelligence Agency/DIA), sehingga menyebabkan kesalahan penargetan.
Temuan tersebut masih bersifat awal, dan sejumlah pertanyaan penting masih belum terjawab, termasuk mengapa informasi yang sudah usang itu tidak diperiksa ulang, kata pejabat sebagaimana dikutip The New York Times.
Serangan pada 28 Februari di Sekolah Dasar Shajarah Tayyebeh di Minab terjadi saat operasi militer AS yang menargetkan pangkalan militer Iran di dekatnya.
Meski temuan ini sudah menjadi perkiraan banyak kalangan karena AS merupakan satu-satunya negara dalam konflik tersebut yang diketahui menggunakan rudal Tomahawk, insiden kesalahan penargetan itu telah mendiskreditkan serangan militer AS di Iran, papar laporan The New York Times.
Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyatakan bahwa Iran-lah, bukan AS, yang bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah itu.
"Berdasarkan apa yang saya lihat, itu dilakukan oleh Iran," ujar Trump kepada wartawan di Air Force One pada Sabtu (7/3).
Rudal Tomahawk "dijual dan digunakan oleh negara-negara lain," kata Trump pada Senin (9/3). "Dan bisa saja itu Iran, (yang) juga memiliki beberapa Tomahawk."
"Seperti yang diakui The New York Times dalam laporannya sendiri, penyelidikan saat ini masih berlangsung," ungkap Karoline Leavitt, sekretaris pers Gedung Putih, dalam sebuah pernyataan.
Kalangan analis mengatakan serangan terhadap sekolah yang penuh dengan siswa tersebut dapat tercatat sebagai salah satu kesalahan militer paling destruktif dalam beberapa dekade terakhir.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Israel bersiap perluas zona kemanusiaan Gaza untuk kemungkinan agresi ke Rafah
Indonesia
•
23 Apr 2024

Lima dari enam awak pesawat Penjaga Pantai Jepang tewas dalam tabrakan pesawat di Bandara Haneda, Tokyo
Indonesia
•
03 Jan 2024

Bashar al-Assad kabur ke Moskow
Indonesia
•
09 Dec 2024

Serangan Israel ke Lebanon akibatkan 3 korban luka, properti dan ladang rusak berat
Indonesia
•
12 Oct 2023


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
