Kelompok bantuan tuding paramiliter RSF lakukan "pembantaian" di El Fasher

Seorang wanita memeluk seorang anak di sebuah kamp pengungsi di El Fasher, wilayah Darfur Utara, Sudan, pada 9 Juli 2025. (Xinhua/UNICEF)
RSF melakukan eksekusi berbasis etnis dan pembantaian yang mengerikan di El Fasher, dengan laporan awal menyatakan bahwa jumlah korban tewas mencapai puluhan orang.
Khartoum, Sudan (Xinhua/Indonesia Window) – Puluhan warga sipil tewas terbunuh di El Fasher, Daerah Darfur, Sudan barat, ketika Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF) mengeklaim telah merebut kota itu, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan tentang bencana kemanusiaan yang semakin parah.Jaringan Dokter Sudan (Sudanese Doctors Network), sebuah kelompok sukarelawan medis, mengatakan bahwa RSF melakukan "eksekusi berbasis etnis" dan "pembantaian yang mengerikan" di El Fasher, dengan laporan awal menyatakan bahwa jumlah korban tewas mencapai puluhan orang. Kelompok bantuan tersebut menuduh pasukan RSF menjarah rumah sakit dan apotek, mengakibatkan orang sakit dan terluka tidak mendapatkan perawatan.Para aktivis lokal mengatakan bahwa ribuan warga sipil yang mencoba menyelamatkan diri dari Kota El Fasher berisiko dibunuh atau ditahan oleh pasukan RSF. Koordinasi Komite Perlawanan (Coordination of Resistance Committees) di El Fasher mendesak intervensi internasional untuk menciptakan koridor yang aman bagi mereka yang terjebak dalam pertempuran.RSF pada Ahad (26/10) mengatakan telah mengambil alih kendali penuh atas El Fasher, seraya menyebut jatuhnya kota itu sebagai "momen penting" karena "signifikansi simbolis, strategis, dan militernya."El Fasher, benteng terakhir tentara Sudan di wilayah Darfur yang luas, dikepung secara intens oleh RSF sejak tahun lalu.Abdel Fattah al-Burhan, ketua Dewan Kedaulatan Transisi Sudan sekaligus komandan Angkatan Bersenjata Sudan, mengatakan bahwa tentara Sudan telah menarik diri dari El Fasher. Sementara itu, Kementerian Kebudayaan, Informasi, dan Pariwisata Sudan mengutuk "pembantaian, pembunuhan, penyiksaan, penjarahan, dan perampokan terhadap warga sipil tak bersenjata" yang dilakukan oleh RSF di El Fasher dan kota tetangganya, Bara.PBB dan sejumlah lembaga bantuan menyuarakan kekhawatiran mereka atas situasi yang memburuk ini. Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration/IOM) mengatakan sedang melacak gelombang pengungsian baru dari El Fasher ketika keluarga-keluarga menyelamatkan diri dengan sedikit akses ke makanan, air, atau tempat perlindungan.Warga tetap "terperangkap dan terkepung ketakutan, kelaparan, serta tanpa akses ke layanan kesehatan atau keamanan," kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA), yang kembali menyerukan gencatan senjata segera "di El Fasher, di Darfur, dan di seluruh Sudan."Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin (27/10) memperingatkan adanya "eskalasi kekerasan yang mengerikan", sementara Tom Fletcher, pimpinan OCHA, pada Ahad mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk memberikan jalan yang aman bagi warga sipil.Di Bara, yang terletak di daerah Kordofan yang bertetangga dengan Darfur, Jaringan Dokter Sudan mengatakan bahwa RSF telah mengeksekusi sedikitnya 47 warga sipil tak bersenjata, termasuk sembilan perempuan, dan menuduh mereka memiliki hubungan dengan angkatan bersenjata. Kelompok bantuan itu juga melaporkan adanya penjarahan, penculikan, dan pelanggaran lainnya.Perang saudara di Sudan, yang kini sudah memasuki tahun ketiga, melibatkan tentara Sudan dan RSF. Konflik ini telah menewaskan puluhan ribu orang, menyebabkan jutaan orang mengungsi, dan mendorong sebagian besar wilayah Sudan ke ambang kelaparan, meskipun gencatan senjata berulang kali diserukan oleh PBB dan para mediator regional.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Populasi Jepang turun jadi di bawah 125 juta jiwa
Indonesia
•
13 Apr 2024

Korban luka gempa bumi Istanbul naik jadi 236, kebijakan keamanan untuk seluruh kota diterapkan
Indonesia
•
24 Apr 2025

Feature – Kebun teh terasering inspirasi ekologis di China timur
Indonesia
•
23 Apr 2024

Wisatawan Austria tewas diserang hiu di Laut Merah
Indonesia
•
04 Jul 2022
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Antisipasi wabah Nipah, Singapura akan terapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara
Indonesia
•
30 Jan 2026

Kasus bunuh diri anak di Jepang catat rekor tertinggi pada 2025
Indonesia
•
30 Jan 2026

Australia pantau ketat wabah virus Nipah
Indonesia
•
30 Jan 2026
