
Pacuan kuda tradisional Gayo kembali digelar, jadi simbol solidaritas pascabanjir

Foto yang diabadikan pada 14 Juni 2026 ini menunjukkan para joki remaja memacu kuda mereka dalam ajang pacuan kuda tradisional Gayo di Arena Pacuan Kuda Belang Bebangka, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Indonesia. (Xinhua/Fachrul Reza)
Aceh (Xinhua/Indonesia Window) – Pacuan kuda tradisional di Dataran Tinggi Gayo merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak masa kolonial Belanda dan hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakat Gayo.
Ciri khas acara ini adalah para penunggang kuda atau jokinya merupakan remaja berusia antara 10 hingga 15 tahun.

Tahun ini, perlombaan tersebut diselenggarakan sebagai wujud solidaritas dan dukungan bagi masyarakat setempat pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah Gayo pada akhir November 2025.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Para penyintas Gaza hadapi jalan panjang untuk pulih dari luka psikologis
Indonesia
•
04 Nov 2025

Dewan Keamanan PBB suarakan "kekhawatiran mendalam" atas memburuknya krisis di Haiti
Indonesia
•
26 Dec 2024

China keluarkan peringatan tertinggi untuk aliran air deras dari gunung
Indonesia
•
19 Jul 2023

Kisah guru sukarelawan asal China mengajar bahasa Mandarin di Indonesia
Indonesia
•
11 May 2024


Berita Terbaru

AI hidupkan kembali pagoda kayu tertua di dunia, pengunjung kini bisa jelajahi area terlarang
Indonesia
•
15 Jun 2026

Feature – Mengenal yoga 'Made in Indonesia' yang sarat filosofi Jawa
Indonesia
•
15 Jun 2026

Feature – Piala Dunia hadirkan kegembiraan dan momen kebersamaan di Damaskus, Suriah
Indonesia
•
15 Jun 2026

Temu alumni program pelatihan China digelar di Jakarta, perkuat kerja sama Indonesia-China
Indonesia
•
13 Jun 2026
