Pacuan kuda tradisional Gayo kembali digelar, jadi simbol solidaritas pascabanjir

Foto yang diabadikan pada 14 Juni 2026 ini menunjukkan para joki remaja memacu kuda mereka dalam ajang pacuan kuda tradisional Gayo di Arena Pacuan Kuda Belang Bebangka, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Indonesia. (Xinhua/Fachrul Reza)

Aceh (Xinhua/Indonesia Window) – Pacuan kuda tradisional di Dataran Tinggi Gayo merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak masa kolonial Belanda dan hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakat Gayo.

Ciri khas acara ini adalah para penunggang kuda atau jokinya merupakan remaja berusia antara 10 hingga 15 tahun.

Foto yang diabadikan dengan menggunakan 'drone' pada 14 Juni 2026 ini menunjukkan suasana ajang pacuan kuda tradisional Gayo di Arena Pacuan Kuda Belang Bebangka, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Indonesia. (Xinhua/Fachrul Reza)

Tahun ini, perlombaan tersebut diselenggarakan sebagai wujud solidaritas dan dukungan bagi masyarakat setempat pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah Gayo pada akhir November 2025.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait