NASA dan SpaceX luncurkan misi berawak keenam ke stasiun luar angkasa

Foto long-exposure yang diabadikan pada 2 Maret 2023 ini menunjukkan peluncuran roket SpaceX Falcon 9 dan pesawat luar angkasa Dragon Endurance dari Kennedy Space Center di Florida, Amerika Serikat. (Xinhua/NASA)

Roket SpaceX Falcon 9 dan pesawat luar angkasa Dragon Endurance meluncur dari Kompleks Peluncuran 39A di Kennedy Space Center di Florida pada Kamis pukul 00.34 Waktu Timur (pukul 12.34 WIB).

 

Los Angeles, AS (Xinhua) – NASA dan SpaceX meluncurkan misi Crew-6 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) pada Kamis (2/3) pagi waktu setempat.

Roket SpaceX Falcon 9 dan pesawat luar angkasa Dragon Endurance meluncur dari Kompleks Peluncuran 39A di Kennedy Space Center di Florida pada Kamis pukul 00.34 Waktu Timur (pukul 12.34 WIB).

Beberapa saat setelah lepas landas, SpaceX mengonfirmasi penonaktifan mesin utama dan pemisahan stage.

Roket SpaceX Falcon 9
Foto long-exposure yang diabadikan pada 2 Maret 2023 ini menunjukkan peluncuran roket SpaceX Falcon 9 dan pesawat luar angkasa Dragon Endurance dari Kennedy Space Center di Florida, Amerika Serikat. (Xinhua/NASA)

Bagian pertama roket Falcon 9 berhasil mendarat di ‘Just Read the Instructions’, di lepas pantai Florida.

Pesawat luar angkasa Dragon kemudian memisahkan diri dari stage kedua, dan menuju ke ISS.

Misi tersebut adalah penerbangan rotasi kru keenam dari pesawat luar angkasa Dragon sebagai bagian dari Program Kru Komersial (Commercial Crew Program) NASA.

Peluncuran Crew-6 membawa astronaut NASA Stephen Bowen dan Warren ‘Woody’ Hoburg, serta astronaut Uni Emirat Arab Sultan Alneyadi dan kosmonaut Roscosmos Andrey Fedyaev ke stasiun luar angkasa untuk misi ekspedisi sains.

Roket SpaceX Falcon 9
Foto yang diabadikan pada 2 Maret 2023 ini menunjukkan peluncuran roket SpaceX Falcon 9 dan pesawat luar angkasa Dragon Endurance dari Kennedy Space Center di Florida, Amerika Serikat. (Xinhua/NASA)

Peluncuran tersebut awalnya dijadwalkan pada Senin (27/2), namun dibatalkan karena masalah pada sistem darat.

Setelah meninjau data dan sistem darat secara menyeluruh, tim NASA dan SpaceX berhasil mengidentifikasi filter yang tersumbat di darat sebagai penyebabnya.

Tim SpaceX kemudian mengganti filter tersebut, membersihkan saluran cairan pengapian dengan nitrogen, dan memverifikasi saluran tersebut telah bersih dan siap untuk peluncuran baru, papar NASA.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan