
Model penalaran matematika AI Deepseek pelopori penalaran dengan verifikasi mandiri

Seorang pengguna ponsel cerdas mengoperasikan aplikasi DeepSeek di gawainya pada 17 Februari 2025. (Xinhua/Huang Zongzhi)
DeepSeekMath-V2 merupakan model penalaran matematika inovatif yang dirancang untuk memastikan tidak hanya jawaban yang benar, tetapi juga bukti yang logis dan dapat diverifikasi.
Hangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI) China, DeepSeek, baru-baru ini meluncurkan DeepSeekMath-V2, model penalaran matematika inovatif yang menetapkan tolok ukur kinerja baru dan mendorong batas-batas pemecahan masalah berbasis AI.Model baru ini, yang sekarang menjadi sumber terbuka (open-source) di Hugging Face dan GitHub, memperkenalkan kerangka kerja verifikasi mandiri baru yang dirancang untuk memastikan tidak hanya jawaban yang benar, tetapi juga bukti yang logis dan dapat diverifikasi.Prestasinya mencapai tingkat medali emas pada Olimpiade Matematika Internasional (International Mathematical Olympiad/IMO) 2025 dan Olimpiade Matematika China (Chinese Mathematical Olympiad/CMO) 2024.Terlebih, model ini juga berhasil memperoleh skor 118 dari 120 poin dalam Ujian Putnam 2024 yang sangat kompetitif, dengan mudah melampaui skor tertinggi manusia yaitu 90.Kehebatan model ini semakin diperkuat melalui IMO-ProofBench, yang membuatnya melampaui model seperti DeepThink milik DeepMind.Sistem ini mengadu dua model bahasa besar satu sama lain, yang satu bertindak sebagai ‘pembukti’ untuk menghasilkan bukti matematika, sementara yang lain berfungsi sebagai ‘peninjau’ untuk meneliti alasannya.Mekanisme semacam itu mengatasi keterbatasan kritis dalam tingkat pencapaian AI saat ini, di mana jawaban akhir yang benar tidak menjamin proses penalaran yang benar, menurut tim DeepSeek.DeepSeek mengatakan terobosan ini menetapkan penalaran matematika yang memverifikasi dirinya sendiri sebagai jalur yang layak dan menjanjikan menuju pengembangan sistem AI matematika yang lebih kuat dan andal.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Penelitian: Tomat hasil rekayasa genetik mungkin sumber vitamin D baru
Indonesia
•
25 May 2022

Awak Shenzhou-17 rampungkan ‘spacewalk’ pertama
Indonesia
•
22 Dec 2023

NASA dan SpaceX luncurkan misi berawak keenam ke stasiun luar angkasa
Indonesia
•
03 Mar 2023

Tim peneliti China temukan terapi baru untuk obati HIV
Indonesia
•
03 Dec 2025


Berita Terbaru

Protein yang selama ini lawan kanker ternyata bisa bantu sel kanker bertahan
Indonesia
•
15 Aug 2026

Telaah – Tiga gempa dahsyat guncang Amerika Selatan, benarkah kawasan ini makin aktif?
Indonesia
•
15 Aug 2026

Gigitan nyamuk bisa jadi ‘booster’ alami untuk cegah malaria, studi ungkap harapan baru
Indonesia
•
15 Aug 2026

Feature – ‘Smartwatch’ dan gaya hidup berbasis data, mengapa makin diminati di Indonesia?
Indonesia
•
15 Aug 2026
