
Dewan Keamanan PBB adopsi resolusi terkait serangan Houthi di Laut Merah

Foto yang diabadikan pada 14 September 2020 ini menunjukkan pemandangan di luar markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. (Xinhua/Wang Ying)
Resolusi untuk mengecam serangan Houthi terhadap kapal-kapal Laut Merah menekankan perlunya mengatasi akar permasalahan, termasuk konflik yang berkontribusi terhadap ketegangan regional dan gangguan keamanan maritim guna memastikan respons yang cepat, efisien, dan efektif.
PBB (Xinhua) – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (10/1) mengadopsi sebuah resolusi untuk mengecam serangan yang dilakukan oleh milisi Houthi terhadap kapal-kapal dagang dan komersial di Laut Merah.Resolusi 2722 mengecam ‘dengan sangat keras’ serangan Houthi terhadap kapal-kapal Laut Merah sejak 19 November 2023, ketika mereka menyerang dan membajak Galaxy Leader beserta para awaknya.Mereka menuntut milisi Houthi untuk segera menghentikan semua serangan serupa, yang menghambat perdagangan global dan merusak hak-hak dan kebebasan navigasi serta perdamaian dan keamanan regional, serta kembali meminta Houthi untuk segera membebaskan Galaxy Leader dan para awaknya.Resolusi tersebut menegaskan bahwa pelaksanaan hak-hak dan kebebasan navigasi oleh kapal-kapal dagang dan komersial, sesuai dengan undang-undang internasional, harus dihormati, dan memperhatikan hak-hak negara anggota PBB untuk melindungi kapal-kapal mereka dari serangan sesuai dengan undang-undang internasional.Resolusi itu menekankan perlunya mengatasi akar permasalahan, termasuk konflik yang berkontribusi terhadap ketegangan regional dan gangguan keamanan maritim guna memastikan respons yang cepat, efisien, dan efektif.Resolusi tersebut menyerukan kewaspadaan dan pengendalian diri untuk menghindari eskalasi lebih lanjut dari situasi di Laut Merah dan kawasan yang lebih luas, serta mendorong upaya diplomatik yang lebih baik dari semua pihak untuk mendukung hal itu, termasuk dukungan berkelanjutan untuk dialog dan proses perdamaian Yaman di bawah naungan PBB.
Foto yang diabadikan pada 29 Juli 2023 ini menunjukkan lokasi pembangunan terminal peti kemas baru di Pelabuhan Ain Sokhna di Ain Sokhna, Provinsi Suez, Mesir. Sebuah konsorsium internasional memulai pembangunan terminal peti kemas baru di Pelabuhan Ain Sokhna yang berada di tepi Laut Merah di Mesir timur laut. (Xinhua/Ahmed Gomaa)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Haji1442 – Jamaah haji harus sudah divaksinasi COVID-19
Indonesia
•
12 Jun 2021

PM Singapura: Biden mungkin terapkan multilateralisme dalam perdagangan
Indonesia
•
19 Nov 2020

Perang Iran kuras persenjataan AS, hampir 80 persen rudal pencegat THAAD telah digunakan
Indonesia
•
05 Aug 2026

Arab Saudi tangguhkan perjalanan ke tiga negara Afrika, cegah penyebaran Ebola
Indonesia
•
26 Jun 2026


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
