Pejabat PBB sebut status perempuan "terkepung"

Seorang guru muda setempat memberikan kelas gratis di Kabul, ibu kota Afghanistan, pada 23 Februari 2023. (Xinhua/Saifurahman Safi)
Resolusi 1325 tentang perempuan diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB pada Oktober 2000, mengakui bahwa perempuan memiliki hak atas partisipasi penuh, setara, dan penting dalam proses perdamaian, resolusi konflik, serta pembangunan perdamaian.
PBB (Xinhua) – Kepala entitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang didedikasikan untuk kesetaraan gender pada Selasa (7/3) mengatakan bahwa status perempuan "terkepung," lebih dari 20 tahun setelah Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi bersejarah tentang perempuan, perdamaian, dan keamanan.Berbicara dalam debat terbuka tingkat tinggi Dewan Keamanan PBB tentang perempuan, perdamaian, dan keamanan, Direktur Eksekutif UN Women Sima Bahous mengutip beberapa contoh di Afghanistan dan negara-negara lainnya yang terkena dampak konflik di mana status perempuan terancam.Debat terbuka itu mengangkat tema ‘Menuju peringatan 25 tahun resolusi 1325’. Resolusi 1325 tentang perempuan tersebut diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB pada Oktober 2000, mengakui bahwa perempuan memiliki hak atas partisipasi penuh, setara, dan penting dalam proses perdamaian, resolusi konflik, serta pembangunan perdamaian.Sebuah catatan konsep tentang debat terbuka itu, yang disiapkan oleh Mozambik sebagai pemegang jabatan presidensi Dewan Keamanan PBB, merujuk pada fakta bahwa "perempuan, hingga hari ini, terus menjadi segmen masyarakat yang paling terdampak oleh konflik bersenjata di seluruh dunia."Hak-hak perempuan terus-menerus dilanggar secara serius dan mereka terus termarginalisasi dan tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan untuk masalah perdamaian dan keamanan, sebut dokumen itu."Jelas bahwa kita membutuhkan perubahan arah yang radikal," kata Bahous dalam debat terbuka Dewan Keamanan PBB.Bahous menyerukan mandat partisipasi perempuan dalam setiap pertemuan dan proses pengambilan keputusan "saat kita memiliki otoritas.""Kita perlu memperluas jangkauan kita untuk mendapatkan sumber daya bagi mereka yang paling membutuhkannya, dan yang tidak memilikinya," imbuh Bahous.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Feature – Tren kesehatan praktis di kalangan Gen Z dorong perkembangan industri goji berry di Ningxia China
Indonesia
•
27 Jul 2024

Jumlah warga Palestina yang tewas di Gaza tembus 45.000 orang
Indonesia
•
18 Dec 2024

Pedoman di AS sarankan obat dan operasi untuk atasi obesitas pada anak
Indonesia
•
12 Jan 2023

11 tewas, 27 hilang dalam hujan badai di Beijing
Indonesia
•
02 Aug 2023
Berita Terbaru

Feature – Kisah dua mahasiswa Indonesia jajal kereta cepat, nikmati liburan Festival Musim Semi di China
Indonesia
•
07 Feb 2026

Kegiatan budaya Imlek China digelar perdana di Kantor Pusat ASEAN
Indonesia
•
07 Feb 2026

Feature – Lansia di China nikmati masa pensiun dengan jadi ‘content creator’
Indonesia
•
05 Feb 2026

Perlintasan Rafah kembali dibuka, PBB harapkan lebih banyak negara terima pasien dari Gaza
Indonesia
•
03 Feb 2026
