
Fokus Berita – Reaksi dunia terhadap usulan Trump untuk ambil alih Gaza

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam konferensi pers gabungan bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 4 Februari 2025. (Xinhua/Hu Yousong)
Rencana Trump mengenai Gaza dinilai ide paling aneh dalam sejarah upaya perdamaian Timur Tengah yang dilakukan Amerika Serikat.
Brussel/Kairo/New York City, Belgia/Mesir/Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Usulan terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil alih Gaza oleh AS, yang disampaikan dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa (4/2), telah menuai kecaman luas dari para pemimpin Eropa, Timur Tengah, dan para pemimpin internasional lainnya.Trump mengusulkan agar AS mengambil alih kendali atas Gaza dan membangunnya kembali setelah merelokasi warga Palestina, meskipun tidak memberikan rincian mengenai proses pemukiman kembali.Sembari menyuarakan penentangan mereka, banyak pihak di seluruh dunia menekankan pentingnya solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian langgeng di kawasan tersebut.Eropa berkomitmen pada solusi dua negaraPara pejabat Eropa menegaskan kembali dukungan mereka untuk solusi dua negara.Uni Eropa (UE) menegaskan bahwa Gaza merupakan bagian integral dari negara Palestina di masa depan."UE tetap berkomitmen kuat pada solusi dua negara, yang kami yakini sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian jangka panjang baik bagi Israel maupun Palestina," ujar juru bicara UE sebagaimana dikutip oleh media lokal.Menurut kantor kepresidenan Prancis, Elysee, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengadakan pembicaraan via telepon pada Rabu (5/2) dengan Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi."Segala upaya pemindahan paksa penduduk Palestina di Gaza atau Tepi Barat tidak dapat diterima," tegas kedua pemimpin tersebut, mengatakan bahwa hal itu akan menjadi pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan merupakan hambatan bagi solusi dua negara.Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengeluarkan pernyataan tentang masa depan Jalur Gaza, menekankan bahwa suatu solusi tidak boleh diterapkan tanpa berkonsultasi dengan rakyat Palestina.Memindahkan penduduk sipil Palestina dari Gaza tidak hanya akan menjadi pelanggaran terhadap hukum internasional, tetapi juga akan menimbulkan penderitaan dan kebencian baru, katanya. Solusi dua negara tetap menjadi satu-satunya solusi yang akan memungkinkan warga Palestina dan Israel untuk hidup dalam damai, rasa aman, dan kehormatan, imbuhnya lebih lanjut.Menteri Luar Negeri Belanda Caspar Veldkamp dan yang lainnya melontarkan opini senada, bahwa Gaza adalah milik rakyat Palestina dan mendukung solusi dua negara.
Warga Palestina terlihat di depan bangunan yang hancur akibat serangan Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 20 Januari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Abbas desak Hamas serahkan senjata kepada Otoritas Palestina
Indonesia
•
14 Jul 2025

Ajudan setia Duterte unggul dalam pemilihan anggota senat di Filipina
Indonesia
•
19 May 2025

Arab Saudi umumkan pencabutan penangguhan umroh bertahap
Indonesia
•
14 Sep 2020

Iran tegaskan AS tak akan menentukan akhir perang, ancam balas serangan Ukraina
Indonesia
•
28 Jul 2026


Berita Terbaru

409 serangan Israel dalam 21 hari sasar petani dan kebun zaitun Palestina, 2 juta pohon zaitun di Gaza hancur
Indonesia
•
23 Oct 2026

Uji jaringan 4G berujung kebakaran 530.000 hektare lahan di Mongolia, KDDI Jepang minta maaf
Indonesia
•
23 Oct 2026

Uni Eropa selidiki Booking.com atas dugaan kegagalan tangani penipuan akomodasi
Indonesia
•
22 Oct 2026

Presiden Sisi: Mesir siap bela wilayah Arab Saudi, bukan serang Yaman
Indonesia
•
22 Oct 2026
