
Petani Indonesia semakin menua, Duta Pertanian tekankan pentingnya regenerasi oleh kaum muda

Duta Pertanian Jawa Barat, Rf. Habibi, saat menyampaikan materi bertema ‘Tantangan Dalam Regenerasi Petani dan Strategi Penguatan Pembangunan Petani Muda di Indonesia’, dalam perayaan 48 tahun Taiwan Technical Mission di Indonesia, yang digelar di Jakarta, Senin (25/11/2024). (Indonesia Window/Ronald Rangkayo)
Regenerasi petani di Indonesia sangat penting dilakukan dalam mengantisipasi petani yang semakin menua, dengan hampir 40 persen petani di Tanah Air berusia di atas 55 tahun.
Jakarta (Indonesia Window) – Sektor pertanian adalah salah satu pilar dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia, sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.Data dari Kementerian Keuangan RI menyebutkan, pada triwulan ketiga tahun 2023, sektor pertanian mencatat pertumbuhan sebesar 1,46 persen (dari tahun ke tahun) dan memberikan kontribusi sebesar 13,57 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).Peran petani dan kerja keras mereka turut berkontribusi dalam angka-angka tersebut. Meskipun demikian, saat ini Indonesia dihadapkan pada masalah meningkatnya jumlah petani yang semakin menua, sementara kebanyakan kaum muda di Tanah Air belum memandang petani sebagai pilihan karier yang menjanjikan masa depan mereka.Masalah tentang penuaan pada petani tersebut diungkapkan oleh Duta Pertanian Jawa Barat, Rf. Habibi, saat menyampaikan materi bertema ‘Tantangan Dalam Regenerasi Petani dan Strategi Penguatan Pembangunan Petani Muda di Indonesia’, dalam perayaan 48 tahun Taiwan Technical Mission di Indonesia, yang digelar di Jakarta, Senin.“Kita tidak hanya menghadapi masalah petani yang menua, di mana hampir 40 persen petani Indonesia berusia di atas 55 tahun, tapi juga berkurangnya jumlah petani karena menjadi petani masih dipandang bukan profesi yang membanggakan,” ujarnya, seraya menambahkan, “Padahal di tengah pandemik COVID yang melumpuhkan banyak sendi perekonomian nasional dan global, pertanian di Tanah Air tetap tumbuh.Selain pandangan negatif tentang petani sebagai profesi, lanjutnya, terbatasnya akses kaum muda untuk mendapatkan lahan, modal, serta pendidikan dan pelatihan teknologi terkini juga menjadi tantangan dalam regenerasi petani di Indonesia.“Tidak sedikit lahan pertanian yang hilang karena beralih fungsi. Di sisi lain, ada lahan pertanian yang pH tanahnya mulai asam karena penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan,” urai Habibi.Dia melanjutkan, sektor pertanian juga harus berhadapan dengan ancaman perubahan iklim yang berdampak pada proses penanaman hingga pemanenan.
Sejumlah petani bekerja di sebuah sawah di Desa Lalung di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada 22 Juli 2024. (Xinhua/Bram Selo)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Indonesia impor 3 kereta dari China karena harga kompetitif dan spesifikasi sesuai kebutuhan
Indonesia
•
08 Feb 2024

COVID-19 – Indonesia terima 15,2 juta dosis vaksin AstraZeneca dan Sinovac
Indonesia
•
30 Aug 2021

PB Mathla'ul Anwar Sampaikan Rekomendasi Khusus ke Menteri Agama
Indonesia
•
12 Mar 2025

Indonesia berkomitmen tambah 1.000 personel penjaga perdamaian
Indonesia
•
08 Dec 2021


Berita Terbaru

Indonesia dan Kamboja perangi penipuan daring global, ribuan pelaku telah ditindak
Indonesia
•
29 Jul 2026

Menaker: Dialog sosial jadi kunci penyelesaian isu ketenagakerjaan
Indonesia
•
29 Jul 2026

Indonesia–Korea Business Forum perkuat investasi energi hijau, teknologi strategis
Indonesia
•
29 Jul 2026

Bahaya! Batas aman planet global sudah terlampaui
Indonesia
•
29 Jul 2026
