
China bangun jaringan radar untuk dukung prakiraan cuaca luar angkasa global

Foto dokumentasi tanpa keterangan tanggal yang disediakan oleh Pusat Ilmu Pengetahuan Antariksa Nasional (National Space Science Center/NSSC) China ini menunjukkan radar hamburan koheren frekuensi tinggi yang terletak di Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut. (Xinhua)
Rantai radar frekuensi tinggi yang dibangun oleh China mampu mendeteksi ketidakteraturan ionosfer secara konstan dan dalam skala besar di garis lintang tengah maupun tinggi di sektor Asia. Jangkauan deteksinya bisa mencapai 4.000 km dari selatan ke utara, dan rentang timur-barat melebihi 12.000 km.
Beijing, China (Xinhua) – China membangun jaringan radar frekuensi tinggi garis lintang tengah di bagian utara negara itu untuk menyediakan data deteksi berkualitas tinggi bagi prakiraan dan peringatan cuaca luar angkasa global.Hasil deteksi ilmiah batch pertama dari jaringan tersebut dirilis dalam sebuah lokakarya internasional Super Dual Auroral Radar Network (SuperDARN), yang dibuka di Beijing pada Senin (20/5).Jaringan tersebut, yang dibangun oleh Pusat Ilmu Pengetahuan Antariksa Nasional (National Space Science Center/NSSC) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China, selesai dibangun pada Oktober 2023. Jaringan ini juga merupakan bagian dari Proyek Meridian China tahap kedua, sebuah jaringan pemantauan cuaca luar angkasa yang terdiri dari stasiun-stasiun berbasis darat.China membuat terobosan-terobosan baru dalam penelitian ilmiah dan teknologi radar hamburan koheren frekuensi tinggi, serta akan memperdalam kerja sama internasional di bidang ini, kata NSSC.Ionosfer merupakan rumah bagi semua partikel bermuatan di atmosfer Bumi. Lapisan ini juga menjadi rumah bagi banyak pesawat luar angkasa termasuk stasiun luar angkasa. Ketidakteraturan ionosfer dapat mengganggu sinyal, kata para ilmuwan.Enam radar hamburan koheren frekuensi tinggi dipasang di Provinsi Jilin, Daerah Otonom Mongolia Dalam, dan Daerah Otonom Uighur Xinjiang di China utara.Rantai radar frekuensi tinggi ini mampu mendeteksi ketidakteraturan ionosfer secara konstan dan dalam skala besar di garis lintang tengah maupun tinggi di sektor Asia. Jangkauan deteksinya bisa mencapai 4.000 km dari selatan ke utara, dan rentang timur-barat melebihi 12.000 km, urai NSSC.Rantai radar frekuensi tinggi ini diperkirakan akan bergabung dengan SuperDARN, suatu jaringan global dari radar-radar ilmiah yang memantau kondisi di lingkungan luar angkasa dekat Bumi, serta mewujudkan pertukaran data real-time dan berbagi data dengan basis-basis data di Inggris dan Kanada.SuperDARN, yang memiliki anggota dari selusin negara termasuk Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, China, Prancis, Italia, Norwegia, Australia, dan Afrika Selatan, juga merupakan salah satu organisasi internasional utama yang berpartisipasi dalam Program Lingkar Meridian Internasional yang diusulkan oleh China.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Kemampuan terbang belalang dipengaruhi oleh jumlah kawanan
Indonesia
•
06 Jan 2022

Sejumlah pakar sebut 6G akan diluncurkan secara komersial sekitar tahun 2030
Indonesia
•
30 Apr 2024

Tim RS King Fahd Jeddah angkat tumor 7 kg dari perut pasien 50 tahun
Indonesia
•
05 Dec 2020

Beijing targetkan kapasitas komputasi 200.000 PFLOP pada 2027 untuk dorong pertumbuhan AI
Indonesia
•
23 Jan 2026


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
