
Wahana penjelajah Bulan pertama Australia akan diluncurkan dalam misi NASA

Gambar yang dirilis oleh Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) ini menunjukkan pemandangan Bulan yang diabadikan oleh wahana Tianwen-2 pada 30 Mei 2025 dan diproses oleh tim peneliti ilmiah. (Xinhua/CNSA)
Eksplorasi Roo-ver akan membantu upaya global untuk menetapkan kemungkinan keberadaan manusia yang berkelanjutan di luar angkasa.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Wahana penjelajah (rover) Bulan pertama milik Australia akan diluncurkan sekitar akhir dekade ini melalui inisiatif Commercial Lunar Payload Services (CLPS) NASA, demikian disampaikan Badan Antariksa Australia (Australian Space Agency/ASA) pada Jumat (29/8).NASA mengumumkan bahwa rover yang diberi nama Roo-ver itu akan dibawa ke permukaan Bulan dalam misi CT-4 NASA pada akhir dekade 2020-an.Badan antariksa itu menyatakan bahwa rover tersebut telah dipercaya oleh NASA untuk melaksanakan "tujuan-tujuan penelitian kunci," termasuk mengumpulkan data baru tentang permukaan Bulan guna mendukung tujuan ilmu pengetahuan dan eksplorasi antariksa internasional."Seiring waktu, eksplorasi Roo-ver akan membantu upaya global untuk menetapkan kemungkinan keberadaan manusia yang berkelanjutan di luar angkasa," kata ASA dalam siaran persnya.Pemerintah federal pada Desember 2024 mengumumkan bahwa konsorsium pimpinan Australia, ELO2, telah dipilih untuk merancang, membangun, dan mengoperasikan rover tersebut, yang akan berbobot sekitar 20 kilogram.Menteri Perindustrian dan Inovasi sekaligus Menteri Ilmu Pengetahuan Australia Tim Ayres pada Jumat mengatakan bahwa pengembangan dan peluncuran rover ini akan menginspirasi tenaga kerja di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (science, technology, engineering, mathematics/STEM) yang dibutuhkan untuk masa depan Australia."Ini menjadi salah satu proyek robotika dan manufaktur canggih paling khusus di negara ini. Ini mempercepat pengembangan kemampuan teknis canggih Australia dan memperdalam keahlian manufaktur lokal," katanya.Pemerintah telah menganggarkan 42 juta dolar Australia untuk pengembangan, perancangan, pembangunan, dan pengoperasian rover semiotonomos ini.*1 dolar Australia = 10.655 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Guangxi di China tanam lebih dari 200.000 hektare pohon per tahun selama 15 tahun
Indonesia
•
18 Aug 2023

Peneliti China dan Myanmar temukan bukti baru tentang terbentuknya Dataran Tinggi Qinghai-Tibet
Indonesia
•
28 Aug 2022

Honda kembangkan mesin purwarupa untuk roket
Indonesia
•
30 Oct 2021

Tim arkeolog temukan makam dan fondasi rumah kuno di Liaoning, China timur laut
Indonesia
•
07 Sep 2023


Berita Terbaru

Perempuan lebih rentan mengalami demensia? Kasus baru capai 24,7 juta pada 2050
Indonesia
•
13 Oct 2026

Model AI tingkatkan akurasi prediksi banjir hingga 12 pekan sebelumnya
Indonesia
•
13 Oct 2026

Hampir 1 miliar orang diproyeksikan menderita osteoartritis pada 2050
Indonesia
•
13 Oct 2026

Ekspedisi Kawah Purba Pangrango ungkap kekayaan hayati dan geologi di ketinggian lebih 2.000 meter
Indonesia
•
11 Oct 2026
