China sambut baik keinginan menkeu AS kunjungi China

Foto yang diabadikan pada 8 Maret 2018 ini menunjukkan bagian luar Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Ting Shen)
Rantai pasokan global dan inovasi teknologi dunia bisa terancam di bawah generalisasi konsep keamanan nasional AS untuk menjatuhkan sanksi yang tidak masuk akal dan menekan perusahaan-perusahaan China dalam tindakan yang melanggar peraturan ekonomi pasar dan perdagangan internasional.
Beijing, China (Xinhua) – China menyambut baik keinginan Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen untuk mengunjungi negara tersebut, kata Juru Bicara (Jubir) Kementerian Perdagangan China Shu Jueting pada Kamis (9/2).Hal itu disampaikan oleh sang jubir dalam sebuah konferensi pers saat berkomentar terkait sejumlah laporan media yang menyebutkan bahwa Yellen baru-baru ini mengatakan dirinya masih berharap dapat mengunjungi China.Sangat penting bagi kedua pihak untuk menjalin komunikasi yang normal, ujar Shu, seraya menyatakan bahwa Wakil Perdana Menteri China Liu He telah menggelar pembicaraan yang konstruktif dengan Yellen selama setengah hari di Swiss bulan lalu.Saat menjawab pertanyaan perihal langkah pemerintahan Biden yang berhenti memberikan lisensi kepada perusahaan-perusahaan AS untuk mengekspor ke Huawei, Shu menuturkan bahwa China selalu menentang generalisasi konsep keamanan nasional AS untuk menjatuhkan sanksi yang tidak masuk akal dan menekan perusahaan-perusahaan China dalam tindakan yang melanggar peraturan ekonomi pasar dan perdagangan internasional.Langkah semacam itu membahayakan inovasi teknologi serta kestabilan rantai industri dan pasokan global, kata sang jubir, seraya menambahkan bahwa China akan dengan tegas membela hak-hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China.Terkait daftar "pasar bermasalah" yang dirilis oleh AS, Shu menyampaikan bahwa langkah semacam itu sangat tidak profesional dan tidak bertanggung jawab, dan China dengan tegas menentang langkah tersebut.Dia mengatakan bahwa pemerintah China sangat mengutamakan perlindungan hak kekayaan intelektual, dan terus menyempurnakan sistem legislatifnya, meningkatkan efisiensi penegakan hukum, memandu kedisiplinan diri industri, dan dengan tegas menghukum pelanggaran sesuai dengan undang-undang."China siap untuk terus memperkuat kerja sama dengan negara-negara lain terkait perlindungan hak kekayaan intelektual, dan membantu menciptakan lingkungan bisnis yang adil bagi perusahaan-perusahaan global," imbuh Shu.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Nilai ‘output’ semikonduktor Taiwan capai 146 miliar dolar AS pada 2021
Indonesia
•
18 Feb 2022

Eksekutif UOB: Hubungan ekonomi dan perdagangan China-ASEAN tak terpisahkan
Indonesia
•
12 Apr 2024

Datangi kantor pusat The Fed, Trump kembali desak penurunan suku bunga
Indonesia
•
25 Jul 2025

Penggunaan mata uang lokal diharapkan perkuat ketahanan ekonomi Asia
Indonesia
•
16 Feb 2022
Berita Terbaru

Presiden Meksiko sebut negaranya akan terus kirim minyak ke Kuba
Indonesia
•
30 Jan 2026

Teknologi PaMER hasilkan minyak pangan bernutrisi tinggi, rendah karbon
Indonesia
•
30 Jan 2026

Megafactory Tesla di Shanghai kirim 2.000 lebih unit baterai megapack pada 2025
Indonesia
•
30 Jan 2026

Ekonomi makin tak menentu, permintaan emas dunia pecahkan rekor
Indonesia
•
30 Jan 2026
