
Kacamata pintar China bidik pasar global

Seorang anak laki-laki menjajal kacamata pintar yang menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan teknologi realitas virtual (virtual reality/VR) dalam Pameran Ekonomi dan Perdagangan Internasional Harbin ke-34 di Harbin, ibu kota Provinsi Heilongjiang, China timur laut, pada 18 Mei 2025. (Xinhua/Wang Song)
Kacamata pintar menggunakan teknologi pencitraan pandu gelombang difraksi dan dilengkapi dengan model AI China seperti DeepSeek dan Doubao dari ByteDance. Saat ini, kacamata tersebut mendukung 40 bahasa dan 90 aksen.
Chengdu, China (Xinhua/Indonesia Window) – Di Chengdu, yang merupakan pusat teknologi utama di China barat daya, petugas patroli Wu Han menggunakan kacamata pintar untuk membantu wisatawan asing yang kebingungan mencari jalan hanya dalam waktu 30 detik.Wu menjelaskan bahwa kacamata pintarnya, yang terhubung dengan ponsel, dapat membantu penerjemahan secara waktu nyata (real-time). "Jika kedua pengguna memakai kacamata ini, kami dapat berbicara dalam bahasa kami masing-masing dan tetap memahami satu sama lain. Ini benar-benar mengatasi kendala bahasa," ujar Wu.Kacamata pintar ini, yang dikembangkan oleh Sichuan INMO Technology Co., Ltd. (INMO), menggunakan teknologi pencitraan pandu gelombang difraksi dan dilengkapi dengan model AI China seperti DeepSeek dan Doubao dari ByteDance. Saat ini, kacamata tersebut mendukung 40 bahasa dan 90 aksen.Kacamata pintar dari INMO terus mengalami penyempurnaan, dan kini dilengkapi dengan berbagai fungsi seperti fotografi, gim, dan pertemuan virtual. Kacamata tersebut telah diekspor ke 19 negara dan kawasan, termasuk Jepang dan Rusia."Tahun ini, kami berencana untuk mempercepat ekspansi internasional kami," ujar Liu Yu, manajer merek pasar luring INMO.Perusahaan itu juga berencana mengeksplorasi pengaplikasian kacamata pintarnya dalam skenario budaya dan pariwisata pada Chengdu World Games 2025 mendatang, menurut Yang Longsheng, CEO INMO.Perkembangan kacamata pintar di China mendapatkan momentum yang signifikan berkat kemajuan teknologi AI yang berkelanjutan.Menurut perusahaan riset pasar global International Data Corporation (IDC), pengiriman kacamata pintar secara global akan mencapai 12,8 juta unit pada 2025, dengan pertumbuhan sebesar 26 persen secara tahunan (year on year). Pengiriman di China saja diperkirakan akan mencapai 2,75 juta unit, menandai lonjakan sebesar 107 persen.Pada Selasa (17/6), perusahaan teknologi Rokid yang berbasis di Hangzhou mengumumkan terobosan baru pada produk kacamata pintarnya. Melalui kolaborasi dengan Alipay, Rokid mengintegrasikan fitur pembayaran di dalam toko langsung ke dalam perangkat. Dengan pembaruan ini, pengguna dapat melakukan transaksi hanya dengan perintah suara dan gerakan, tanpa perlu mengeluarkan ponsel mereka.Saat ini, pesanan global untuk kacamata pintar Rokid telah melampaui 250.000 unit, dan pengiriman akan dimulai pada akhir Juni.Sebuah laporan dari China Galaxy Securities menyatakan bahwa kacamata pintar diperkirakan akan menjadi terminal komputasi utama berikutnya setelah ponsel pintar. Hal ini akan mengarah pada periode pertumbuhan yang cepat untuk seluruh rantai industri, termasuk cip, optik, sensor, dan manufaktur terkait.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kemendag lepas ekspor perdana kemasan plastik premium ke Filipina
Indonesia
•
26 Aug 2022

Pelabuhan Singapura tangani 44,66 juta TEU, tetap jadi pusat pelayaran terbaik dunia selama 13 tahun beruntun
Indonesia
•
11 Jul 2026

Telkom dan Freeport akan hadirkan 5G Mining, pertama di Asia Tenggara
Indonesia
•
13 Oct 2021

Jaringan logistik China tangguh dengan pertumbuhan volume kargo yang stabil
Indonesia
•
04 Dec 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping dorong kerja sama Global South
Indonesia
•
12 Sep 2026

Harga minyak WTI tembus 100 dolar AS per barel, konflik Timur Tengah Memanas
Indonesia
•
12 Sep 2026

Feature – Warga Xinglong minum lebih dari 200 cangkir kopi setahun saat industri kopi China tembus 928 triliun rupiah
Indonesia
•
12 Sep 2026

El Nino ancam inflasi Indonesia, harga beras hingga jagung diprediksi melonjak
Indonesia
•
10 Sep 2026
