
Raksasa alat berat China LiuGong investasi di Karawang, target produksi 5.000 unit per tahun

Duta Besar Republik Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun dan sejumlah perwakilan LiuGong menghadiri acara LiuGong Indonesia Downstream Development Conference di Jakarta pada 21 Juli 2026. (Xinhua)
Industri alat berat adalah sektor yang menciptakan efek berganda, terutama melalui peran pentingnya dalam mendukung hilirisasi dan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk China Djauhari Oratmangun mengapresiasi pembangunan kasawan industri alat berat LiuGong di Karawang, Provinsi Jawa Barat, yang akan diadakan upacara peletakan batu pertama pada Rabu (22/7).
Dia menyebut proyek tersebut sebagai tonggak penting, bukan hanya bagi raksasa produsen alat berat internasional asal China tersebut tetapi juga bagi perkembangan industrisasi Indonesia secara lebih luas.
Fasilitas produksi lokal LiuGong akan mengadopsi prinsip-prinsip teknologi pintar dan ramah lingkungan untuk memproduksi beragam jenis alat berat yang sangat dibutuhkan industri dan pertambangan di tanah air, seperti ekskavator dan wheel loader, rencana awal kapasitas produksi tahunannya akan mencapai lebih dari 5.000 unit.
Djauhari mengapresiasi investasi tersebut karena menurutnya industri alat berat adalah sektor yang menciptakan efek berganda, terutama melalui peran pentingnya dalam mendukung hilirisasi dan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
"Investasi ini menunjukkan kepercayaan LiuGong terhadap Indonesia, terhadap prospek ekonomi kita, terhadap kapasitas industri kita, dan potensi Indonesia sebagai pusat manufaktur regional," kata Djauhari dalam acara LiuGong Indonesia Downstream Development Conference di Jakarta pada Selasa (21/7).
Pembangunan fasilitas produksi lokal LiuGong ini diharapkan semakin memperkuat pertumbuhan industri domestik, sekaligus menjadi simbol kerja sama industri kedua negara yang semakin kuat.
Proyek ini akan diluncurkan dalam tiga fase, dengan tahap pertama pembangunan fasilitas perakitan dijadwalkan selesai pada akhir kuartal pertama tahun depan.
Pada tahap awal, fasilitas ini akan memproduksi ekskavator dengan komponen lokal sebelum nantinya memperluas lini produknya, termasuk loader bertenaga listrik hingga buldoser dan truk berbadan lebar.
"Selama tiga hingga lima tahun ke depan, seiring dengan diluncurkannya lebih banyak kategori produk, LiuGong akan menciptakan lingkungan pengadaan lokal yang stabil, menyediakan seluruh komponen yang telah melalui pemeriksaan kualitas tinggi untuk mendukung operasi jangka panjang dan pertumbuhan berkelanjutan," ungkap Wakil Presiden Direktur LiuGong Machinery Indonesia Li Youdong.
Sebagai salah satu raksasa produsen alat berat asal China, LiuGong telah berdiri selama sekitar enam dekade serta telah membangun puluhan fasilitas manufaktur dan riset di berbagai negara.
Sejak memulai inisiatif pengembangan alat berat bertenaga listrik lebih dari satu dekade lalu, LiuGong hingga kini telah menjual lebih dari 77.000 unit alat berat bertenaga listrik, mulai dari ekskavator hingga wheel loader, di pasar global.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Poltekpar Bali jalin kerja sama pendidikan dengan perguruan tinggi China
Indonesia
•
27 Jul 2024

Pesantren Al Wafi kenalkan kopi robusta Bogor di Trade EXPO Indonesia
Indonesia
•
22 Oct 2023

Peringati 75 tahun hubungan diplomatik dengan China, Dubes RI yakin hubungan dengan Indonesia makin kuat
Indonesia
•
31 Jul 2025

Perusahaan PMA China, PT Koka Indonesia, resmi melantai di BEI
Indonesia
•
12 Oct 2023


Berita Terbaru

Indonesia-China jembatani kampus dan industri, talenta muda jadi fokus kerja sama
Indonesia
•
11 Sep 2026

Anwar Ibrahim buka suara soal perusahaan Malaysia yang diduga terlibat pembakaran lahan di Indonesia
Indonesia
•
09 Sep 2026

Fokus Berita - Perkuat tata kelola investasi, Pemerintah integrasikan perizinan TKA
Indonesia
•
10 Sep 2026

Indonesia dukung Inggris larang impor dari permukiman Israel di wilayah Palestina
Indonesia
•
10 Sep 2026
