Banner

Putra mahkota Saudi tegaskan Ibnu Abdul Wahhab bukan Arab Saudi

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad Bin Salman dalam wawancara di KTT Future Investment Initiative (FII) di Riyadh, dirilis pada 29 Januari 2019. (Arab News/YouTube/tangkapan layar)

Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad Bin Salman menekankan posisi Kerajaan berkaitan dengan Wahhabisme serta pendekatannya yang toleran dan fleksibel terhadap Sunni dan Syiah.

Dalam wawancaranya dengan majalah Amerika The Atlantic yang dirilis pada Kamis (3/3), dia menegaskan kembali bahwa Ibnu Abdul Wahhab bukan Arab Saudi.

“Saya katakan bahwa Muhammad Ibnu Abdul Wahhab bukanlah seorang nabi, dia bukanlah seorang malaikat. Dia hanyalah seorang cendekiawan seperti banyak cendekiawan lain yang hidup selama negara Saudi pertama berdiri, di antara banyak pemimpin politik dan pemimpin militer,” ujar putra mahkota yang juga dikenal dengan MBS.

“Masalahnya saat itu di Jazirah Arab, hanya murid-murid Ibnu Abdul Wahhab yang tahu membaca dan menulis, dan sejarah ditulis dari sudut pandang mereka,” imbuhnya.

Menurut MBS, tulisan Ibnu Abdul Wahhab telah digunakan oleh banyak ekstremis untuk agenda mereka sendiri.

“Tapi saya yakin jika Ibnu Abdul Wahhab, Ibnu Baz, dan lain-lain masih hidup hari ini, mereka akan menjadi di antara orang-orang yang pertama melawan ide-ide ekstremis dan kelompok teroris. Masalahnya, ISIS tidak meneladani tokoh agama Saudi yang masih hidup,” katanya.

Ketika para ulama tersebut meninggal, kelompok-kelompok ekstremis mulai menggunakan kata-kata mereka sendiri dan memutarbalikkan pandangan mereka keluar dari konteks.

“Hari ini, Tidak ada yang bisa mendorong salah satu pandangan mazhab untuk menjadikannya sebagai satu-satunya cara pandang agama di Arab Saudi. Mungkin itu terjadi di beberapa bagian sejarah kita karena peristiwa yang saya ceritakan, terutama di tahun 80-an, dan 90-an, dan awal 2000-an. Tapi hari ini, kami kembali ke jalur yang benar, seperti yang saya katakan,” tambahnya.

“Kami akan kembali ke akar, kembali ke Islam murni, untuk memastikan bahwa jiwa Arab Saudi, berdasarkan Islam, budaya kami, baik suku, atau perkotaan, melayani bangsa, melayani rakyat, melayani wilayah, melayani seluruh dunia, dan membawa kita ke pertumbuhan ekonomi. Dan itulah yang terjadi dalam lima tahun terakhir,” tegas MBS.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner

Iklan