Putin sebut Rusia dan ASEAN berperan sebagai kekuatan penyeimbang di tengah turbulensi global

Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin pertemuan dengan para anggota Dewan Keamanan di Kremlin di Moskow, Rusia, pada 23 Agustus 2019. (Xinhua/Sputnik)

Kazan, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Rusia dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) berperan sebagai kekuatan penyeimbang yang penting di kawasan Asia-Pasifik di tengah turbulensi global yang sedang berlangsung, demikian disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (18/6) dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rusia-ASEAN yang digelar di Kazan.

Putin mengatakan bahwa hasil dari kerja sama Rusia-ASEAN sangat nyata. "Kami telah membangun kerangka kerja hukum dan kontraktual yang kokoh untuk hubungan bilateral, serta mengembangkan jaringan mekanisme kerja sama bersama yang luas," ujarnya.

Platform-platform dialog baru telah diluncurkan, dan kerja sama praktis telah diperluas di berbagai bidang, termasuk penanggulangan tantangan dan ancaman keamanan yang berkembang, perdagangan dan investasi, energi, pertanian, transformasi digital, ilmu pengetahuan dan teknologi, pariwisata, serta pertukaran antarmasyarakat (people-to-people) dan kemanusiaan, paparnya.

KTT tersebut menandai peringatan 35 tahun hubungan diplomatik Rusia-ASEAN sekaligus mempertemukan para kepala negara dan pemerintahan, tokoh-tokoh politik senior, serta pejabat tinggi negara dari seluruh 11 negara anggota ASEAN, bersama dengan Sekretaris Jenderal ASEAN.

Dalam KTT tersebut, Deklarasi Kazan diadopsi, yang menegaskan komitmen untuk membangun sebuah tatanan dunia yang adil, demokratis, serta multipolar berlandaskan prinsip-prinsip hukum internasional yang diakui secara universal dan Piagam PBB, menurut Yuri Ushakov, ajudan presiden Rusia.

Selain itu, rencana aksi komprehensif untuk mengimplementasikan Kemitraan Strategis Rusia-ASEAN 2026-2030 telah disetujui, yang memaparkan berbagai langkah untuk memperdalam kerja sama bilateral di bidang politik dan keamanan, perdagangan dan investasi, serta bidang budaya dan kemanusiaan.

Putin menuturkan bahwa KTT tersebut menghasilkan banyak gagasan konstruktif dan proposal yang dapat dipertimbangkan untuk menghidupkan kembali kemitraan ekonomi bilateral.

"Para partisipan menyuarakan dukungan baik untuk perluasan secara kuantitatif maupun peningkatan kualitatif perdagangan bilateral, optimalisasi struktur perdagangan, serta peningkatan skala investasi timbal balik," kata presiden Rusia tersebut.

"Sangat penting untuk mengalihkan penyelesaian transaksi komersial lintas perbatasan ke mata uang nasional, menghilangkan hambatan perdagangan yang masih ada, dan menyederhanakan prosedur perizinan administratif," tegas Putin.

Putin menyatakan Rusia akan meningkatkan ekspor barang-barang bernilai tambah tinggi, termasuk pupuk dan produk-produk farmasi ke ASEAN, sembari terus melanjutkan pasokan pangan dan energi, serta mendukung pengembangan tenaga nuklir sipil di blok tersebut.

Dalam sebuah konferensi pers usai KTT tersebut, Putin mengatakan kedua pihak menyambut baik kesepakatan yang dicapai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) untuk meredakan ketegangan militer serta merundingkan ketentuan-ketentuan bagi perjanjian perdamaian permanen.

Kedua pihak berharap stabilitas dapat kembali ke Timur Tengah dan Teluk Persia, yang akan memberikan dampak positif bagi pasar energi dan pangan global, sebut Putin.

Laporan: Redaksi

 

Bagikan

Komentar

Berita Terkait