
PBB sebut tahap pertama kampanye antipolio di Gaza jangkau 187.000 anak

Seorang anak menerima satu dosis vaksin polio di kamp pengungsi Al-Maghazi, Jalur Gaza tengah, pada 2 September 2024. (Xinhua/Marwan Dawood)
Putaran pertama vaksinasi polio telah menjangkau 187.000 anak di bawah usia 10 tahun di Gaza tengah, dengan 510 tim dikerahkan di seluruh daerah tersebut.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Fase pertama selama tiga hari dari putaran pertama vaksinasi polio telah menjangkau 187.000 anak di bawah usia 10 tahun di zona tengah Gaza, menurut badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (4/9).Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengatakan kampanye tersebut kini dilanjutkan ke zona selatan Gaza selama tiga hari, yang dimulai pada Kamis (5/9), dan zona utara akan menyusul. Lebih dari 640.000 anak ditargetkan untuk menerima dua dosis vaksin oral, dengan jarak waktu antara dosis pertama dan kedua adalah empat pekan.OCHA mengatakan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus melaporkan bahwa petugas kesehatan telah memvaksinasi 187.000 anak sejak Ahad (1/9).
Sejumlah anak Palestina bermain di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah pada 3 September 2024. (Xinhua/Marwan Dawood)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Bangkok bersiap hadapi peningkatan polusi udara
Indonesia
•
16 Jan 2024

7 manfaat tanaman dalam ruangan untuk kesehatan berdasarkan penelitian
Indonesia
•
29 May 2022

Pondok tahfizh Miftahul Jannah Akbar buka pendaftaran, tawarkan empat keunggulan
Indonesia
•
16 Sep 2024

Wanita lansia lebih banyak alami demensia dibandingkan pria
Indonesia
•
03 Sep 2021


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
