ADB setujui pinjaman 180 juta dolar AS untuk dorong produksi listrik tenaga panas bumi Indonesia

Proyek PLTP di Indonesia

Foto dari udara yang diabadikan pada 9 November 2023 ini menunjukkan stasiun pendukung pembangkit listrik tenaga surya terapung Cirata di Provinsi Jawa Barat. (Xinhua/Xu Qin)

Proyek PLTP di Indonesia oleh PT Geo Dipa Energi mendapat dukungan dana pinjaman sebesar pinjaman 180 juta dolar AS dari ADB.

Manila, Filipina (Xinhua/Indonesia Window) – Asian Development Bank (ADB) pada Jumat (31/10) mengatakan bahwa pihaknya telah menyetujui pinjaman sebesar 180 juta dolar AS sebagai pembiayaan tambahan kedua untuk mendukung PT Geo Dipa Energi, sebuah badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia, untuk semakin meningkatkan produksi listrik tenaga panas bumi di Indonesia.

*1 dolar AS = 16.640 rupiah

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) ini mendukung pembangunan dan pengoperasian dua PLTP, masing-masing dengan kapasitas 55 megawatt, di Pulau Jawa, kata ADB dalam pernyataan persnya.

Proyek ini akan menyediakan listrik dasar ramah lingkungan untuk jaringan listrik Jawa-Bali, serta mengurangi emisi karbon dioksida lebih dari 550.000 ton per tahun, kata bank yang berbasis di Manila, Filipina, tersebut.

Pendanaan tambahan tersebut akan difokuskan untuk mendukung penyelesaian proyek di tengah peningkatan biaya dan mempertahankan kemajuan menuju target energi bersih dan iklim negara itu, kata ADB.

"PT Geo Dipa Energi memainkan peran katalis dalam mendorong tahap berikutnya dari pengembangan panas bumi. Kami menantikan untuk melanjutkan kolaborasi erat untuk memperluas kapasitas panas bumi Indonesia dan mempercepat peralihan menuju masa depan energi yang lebih bersih dan tangguh," kata Jiro Tominaga, country director ADB untuk Indonesia.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait