
Pembangkit listrik Cilacap rampungkan perluasan dermaga pelabuhan

Foto tak bertanggal ini menunjukkan panorama pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara di Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. (Xinhua)
Proyek pembangkit listrik Cilacap mencakup pembangunan satu dermaga tongkang berkapasitas 14.000 ton, dua dermaga kargo curah berkapasitas 55.000 ton, dan dua pemecah gelombang, dengan total panjang 1.763 meter dan volume pengerukan 3,6 juta meter kubik. Proyek tersebut merupakan salah satu proyek Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra batch pertama yang diimplementasikan di Indonesia.
Tianjin, China (Xinhua/Indonesia Window) – Proyek perluasan dermaga dasar Tahap IV di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara yang ada di Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, baru-baru ini telah rampung.Dibangun oleh Tianjin Dredging Co., Ltd., sebuah badan usaha milik negara (BUMN) China yang terafiliasi dengan China Communications Construction Company Limited (CCCC), proyek tersebut akan memberikan peningkatan besar pada kapasitas transportasi batu bara di pelabuhan pembangkit listrik tersebut, sehingga dapat mendorong pembangunan di seluruh wilayah Provinsi Jawa Tengah.Proyek pembangkit listrik di Cilacap ini mencakup pembangunan satu dermaga tongkang berkapasitas 14.000 ton, dua dermaga kargo curah berkapasitas 55.000 ton, dan dua pemecah gelombang, dengan total panjang 1.763 meter dan volume pengerukan 3,6 juta meter kubik. Proyek tersebut merupakan salah satu proyek Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra batch pertama yang diimplementasikan di Indonesia.Fungsi utama dari proyek ini pascaperampungan adalah untuk memenuhi kebutuhan batu bara PLTU di Cilacap tersebut, yang akan meningkatkan kapasitas pasokan listrik pembangkit itu, sehingga bisa mendorong pembangunan ekonomi seluruh wilayah Provinsi Jawa Tengah, ujar Gao Jinghao, selaku manajer departemen proyek Tianjin Dredging Co., Ltd., yang telah tinggal di Indonesia selama delapan tahun.Gao mengatakan bahwa proyek ini menghadapi banyak tantangan selama proses konstruksinya. Pesisir selatan Pulau Jawa dipengaruhi oleh ombak yang kuat dari Samudra Hindia, dan arus air di dekat pantai sangat bervariasi, sehingga tidak memungkinkan untuk menggunakan kapal konstruksi berukuran besar.Setelah berulang kali melakukan survei di lokasi, departemen proyek Tianjin Dredging Co., Ltd. memutuskan untuk menggunakan desain inovatif guna mengatasi kesulitan konstruksi pemecah gelombang. Mereka juga mengadopsi desain manajemen yang disempurnakan, yang secara efektif menghemat ruang dan investasi di lokasi.Proyek ini juga menyediakan lebih dari 200 lapangan kerja bagi penduduk setempat, serta berfokus pada peningkatan kemampuan manajemen dan keterampilan profesional karyawan Indonesia.Teguh, seorang karyawan lokal yang sudah lama bekerja di proyek tersebut, mengawali dengan bekerja sebagai sopir hingga kemudian menjadi karyawan manajemen administrasi. Dia bertanggung jawab atas pembelian perlengkapan proyek.
Foto tak bertanggal ini menunjukkan sebagian area pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara di Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Mendag akan bertolak ke Qatar untuk buka pasar nontradional
Indonesia
•
08 Oct 2022

Menlu RI: Tingkatkan solidaritas untuk atasi kesenjangan global
Indonesia
•
24 Sep 2023

PPKM luar Jawa dan Bali diperpanjang hingga 24 Mei
Indonesia
•
09 May 2022

Indonesia desak Uni Eropa perlakukan minyak kelapa sawit secara adil
Indonesia
•
02 Dec 2020


Berita Terbaru

Kemnaker buka pelatihan vokasi bagi 50 ribu pekerja terdampak PHK
Indonesia
•
22 Oct 2026

Poster Kecil, pesan besar: Suara murid sd untuk lindungi hutan Indonesia
Indonesia
•
22 Oct 2026

MoU Badr: Langkah Indonesia memperluas kolaborasi industri pertahanan
Indonesia
•
22 Oct 2026

5 pelatihan khusus pesantren tersaji di MOOC PINTAR, dari 'AI' sampai 'Content Creator'
Indonesia
•
20 Oct 2026
