
5 pelatihan khusus pesantren tersaji di MOOC PINTAR, dari 'AI' sampai 'Content Creator'

Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Muhammad Ali Ramdhani saat peluncuran Program Pelatihan Spesial Hari Santri di Jakarta, Senin, 19/10/2026. (Kementerian Agama RI)
Santri harus menguasai teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan, dan memiliki tanggung jawab untuk memperkuat karakter sekaligus mengaktualisasikan ilmu yang dimiliki bagi masyarakat.
Jakarta (Indonesia Window) - Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan lima pelatihan spesial Hari Santri 2026, yang bisa diakses secara online melalui platform Massive Open Online Course (MOOC) Pintar.
Santri harus menguasai teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan, dan memiliki tanggung jawab untuk memperkuat karakter sekaligus mengaktualisasikan ilmu yang dimiliki bagi masyarakat, kata Kepala BMBPSDM, Muhammad Ali Ramdhani, di Jakara, Senin (19/10).
“Hari ini (19/10) mandat yang diberikan negara kepada santri semakin berat karena pada satu dimensi harus memperkokoh fondasinya sebagai orang yang berkarakter memiliki keagamaan yang baik, tetapi pada dimensi lain harus mengaktualisasikan ilmunya pada masyarakat,” ujarnya.
Kaban Dhani -sapaan akrabnya- juga mengingatkan bahwa pemanfaatan 'AI' dalam pembelajaran agama harus tetap disertai bimbingan guru. Menurutnya, teknologi dapat membantu proses pencarian informasi, tetapi tidak dapat menggantikan peran kiai dan ustaz, terutama dalam mempelajari persoalan keagamaan yang sensitif.
“Oleh karenanya, saya berharap AI kita warnai. Dan hari ini saya ingin mengingatkan, AI bisa membantu pada ruang-ruang normatif, tetapi untuk belajar hal-hal yang sensitif seperti hukum, fikih, wajib hukumnya memiliki guru,” katanya.
Pelatihan yang dilaksanakan secara daring (dalam jaring/online) tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi digital dan kemampuan tata kelola pesantren.
Format daring memungkinkan pelatihan menjangkau santri dan pengelola pesantren dari berbagai daerah di Indonesia tanpa mengharuskan peserta datang ke lokasi tertentu.
Lima pelatihan yang ditawarkan meliputi Santri Mahir Artificial Intelligence (AI), Santri Menjadi Content Creator, Manajemen Data E-Ijazah Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS), Sosialisasi Penyelenggaraan UAN PKPPS, dan Pengelolaan Akuntabilitas Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pesantren.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan digital santri sekaligus memperkuat pengelolaan administrasi, penyelenggaraan ujian, dan tata kelola keuangan pesantren.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Indonesia rekomendasikan 7 agenda Bali untuk ketahanan berkelanjutan
Indonesia
•
30 May 2022

Peneliti Indonesia presentasikan Visi Ekonomi Kreatif Syariah Global di IFESDC 2026
Indonesia
•
27 Jul 2026

Bang Dai kecam permohonan peniadaan adzan di televisi
Indonesia
•
04 Sep 2024

Kereta buatan China untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung debut di Indonesia
Indonesia
•
03 Sep 2022


Berita Terbaru

Guterres kritik anggota tetap DK PBB yang melancarkan perang dan mengabaikan hukum internasional
Indonesia
•
20 Oct 2026

‘Muhammad’ jadi bahan candaan Presiden AS, Jama’ah Muslimin protes keras
Indonesia
•
20 Oct 2026

Presiden Prabowo sambut Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
Indonesia
•
18 Oct 2026

Kajian Ilmiah – Rezeki sudah dijamin, mengapa kita masih cemas?
Indonesia
•
18 Oct 2026
