MoU Badr: Langkah Indonesia memperluas kolaborasi industri pertahanan

Foto yang diabadikan pada 24 September 2026 ini menunjukkan sejumlah kapal dalam latihan militer bersandi 'Denizkurdu-I/2026' di Mugla, Turkiye, pada 24 September 2026. (Mustafa Kaya/Xinhua)

Ankara, Turkiye (Xinhua/Indonesia Window) – Turkiye, Qatar, Pakistan, dan Indonesia menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) di Doha pada Rabu (21/10) untuk memperkuat kerja sama pertahanan, meningkatkan kapabilitas militer, serta memperluas kolaborasi di industri pertahanan, ungkap Kementerian Pertahanan Turkiye.

Kesepakatan yang disebut sebagai "Nota Kesepahaman Badr" itu bertujuan mendorong kerja sama dalam produksi militer, pelatihan teknis militer, serta penelitian dan pengembangan, menurut pernyataan kementerian tersebut.

Dengan menggabungkan kapabilitas produksi militer masing-masing dari keempat negara, inisiatif tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas industri pertahanan, memfasilitasi integrasi, serta membantu memenuhi kebutuhan negara-negara sekutu dan sahabat, menurut pernyataan itu.

Kesepakatan tersebut juga diharapkan dapat memperluas kerja sama militer di antara negara-negara penandatangan serta memperkuat hubungan industri pertahanan mereka, sehingga berkontribusi terhadap keamanan regional dan tujuan bersama.

Turkiye, yang merupakan anggota NATO, telah mendukung negara-negara Teluk dalam memperkuat kapabilitas pertahanan mereka di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Negara-negara yang mendapatkan dukungan tersebut termasuk Qatar, tempat Ankara memiliki pangkalan militer.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait