
Proyek melamin pertama Indonesia jadi tonggak penting dalam pengembangan industri hilir

Upacara peletakan batu pertama untuk proyek melamin pertama di Indonesia, yang diinvestasikan oleh PT GEABH Joint Technology, digelar di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik, Provinsi Jawa Timur, pada 8 April 2026. (Xinhua/Li Jiacong)
Proyek melamin pertama di Indonesia dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Provinsi Jawa Timur oleh PT GEABH Joint Technology, dengan total investasi sekitar 600 juta dolar AS.
Surabaya, Jawa Timur (Xinhua/Indonesia Window) – Proyek melamin pertama di Indonesia, yang sebagian besar diinvestasikan oleh sebuah perusahaan China, menjadi tonggak penting dalam perjalanan industri negara, kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI) Airlangga Hartarto pada Rabu (8/4).
Dalam pidato via video pada upacara peletakan batu pertama proyek tersebut, Airlangga mengatakan bahwa gas alam akan diolah menjadi amonia cair melalui proyek ini, dan dikembangkan lebih lanjut menjadi sejumlah proyek hilir seperti urea, melamin, dan amonium nitrat.
Airlangga menyatakan bahwa proyek ini akan mendukung sektor-sektor kunci termasuk pertanian, industri kimia, dan industri manufaktur strategis lainnya, sekaligus membuka peluang bagi ekspor dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Proyek ini berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Provinsi Jawa Timur. Dengan total investasi sekitar 600 juta dolar AS oleh PT GEABH Joint Technology, anak perusahaan dari China Sichuan Golden Elephant Sincerity Chemical Co., Ltd., proyek tersebut diharapkan dapat menutup kesenjangan dalam pasar melamin Indonesia.
*1 dolar AS = 17.009 rupiah
Dalam pidatonya pada upacara tersebut, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong mengatakan bahwa rantai industri energi dan kimia memainkan peran penting dalam menghubungkan berbagai sumber daya energi dengan produksi pertanian dan memiliki signifikansi strategis yang semakin meningkat.
Meningkatkan kapasitas pasokan input utama seperti energi dan pupuk, serta mendorong pembangunan terkoordinasi di seluruh rantai industri terkait, sangat penting untuk menjamin ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, katanya, seraya menambahkan bahwa hal ini juga menyediakan ruang yang luas bagi kedua negara untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang seperti pertanian, energi, dan industri kimia.
Proyek tersebut akan membantu memperkuat rantai industri energi dan kimia di Indonesia, meningkatkan swasembada untuk produk-produk penting seperti pupuk, mendorong pembangunan ekonomi regional, dan berkontribusi terhadap industrialisasi negara ini, imbuhnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Direktur pelaksana WEF: China berperan penting dalam transisi global menuju ekonomi hijau
Indonesia
•
05 Jul 2023

China-Belarusia rilis pernyataan bersama, bentuk kemitraan strategis untuk segala situasi
Indonesia
•
16 Sep 2022

WSJ: Pembelanja Black Friday di AS kembali beralih ke toko fisik
Indonesia
•
26 Nov 2022

Utang rumah tangga Swedia yang belum lunas tembus rekor tertinggi
Indonesia
•
27 Jan 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping dorong kerja sama Global South
Indonesia
•
12 Sep 2026

Harga minyak WTI tembus 100 dolar AS per barel, konflik Timur Tengah Memanas
Indonesia
•
12 Sep 2026

Feature – Warga Xinglong minum lebih dari 200 cangkir kopi setahun saat industri kopi China tembus 928 triliun rupiah
Indonesia
•
12 Sep 2026

El Nino ancam inflasi Indonesia, harga beras hingga jagung diprediksi melonjak
Indonesia
•
10 Sep 2026
