
COVID-19 – China produksi 60 juta alat tes antigen per hari

Sejumlah staf bekerja di fasilitas pengemasan milik sebuah perusahaan farmasi di Xi'an, Provinsi Shaanxi, China barat laut, pada 19 Desember 2022. (Xinhua/Zou Jingyi)
Produksi alat tes antigen harian China telah mencapai sekitar 60 juta unit saat negara itu berupaya meningkatkan output pasokan medis anti-COVID-19.
Beijing, China (Xinhua) – Output alat tes antigen harian China telah mencapai sekitar 60 juta unit saat negara itu berupaya meningkatkan output pasokan medis anti-COVID-19.Data produksi alat tes antigen tersebut diungkapkan oleh Huang Guo, Wakil Direktur Administrasi Produk Medis Nasional China, dalam sebuah konferensi pers pada Selasa (20/12).Sementara itu, kapasitas produksi ibuprofen dan parasetamol juga terus meningkat, dengan kandungan bahan aktif farmasi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, ujar Huang.China juga telah meningkatkan tindakan pemberantasan terhadap praktik penggelembungan harga obat-obatan dan pasokan lain yang berkaitan dengan COVID-19.Dalam dua pekan terakhir, denda sejumlah sekitar 2,58 juta yuan telah dikenakan dalam 307 kasus yang melibatkan praktik ilegal semacam itu, menurut Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar.Puncak COVID
Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, China selatan, telah menambah jumlah klinik demam hampir dua kali lipat saat otoritas kesehatan memperkirakan puncak kasus COVID-19.Beberapa rumah sakit di Guangzhou telah menambah jumlah klinik demam dari 114 menjadi 199, kata Zhang Yi, wakil direktur komisi kesehatan kota tersebut.Ini menambah kapasitas harian kota itu untuk menerima pasien demam menjadi 111.000, dibandingkan dengan tingkat sebelumnya sebanyak 40.000 pasien demam, tutur Zhang dalam konferensi pers pada Senin (19/12).Baru-baru ini, sekitar 50.000 pasien mengunjungi klinik-klinik demam di Guangzhou dalam satu hari, kata pejabat tersebut.Sementara itu, kota tersebut berada di jalur yang tepat untuk menambah jumlah tempat tidur unit perawatan intensif (ICU) dari 455 menjadi 1.385 per Selasa (20/12), ujarnya.
Sejumlah staf mengemas obat-obatan di sebuah perusahaan farmasi di Provinsi Hunan, China tengah, pada 19 Desember 2022. Banyak perusahaan farmasi di China berproduksi dengan kapasitas penuh saat ini demi meningkatkan pasokan obat-obatan seiring upaya negara itu untuk terus mengoptimalkan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian epidemi COVID-19. (Xinhua/Chen Sihan)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Fosil tengkorak 'Homo erectus' berumur jutaan tahun digali di China tengah
Indonesia
•
28 Dec 2022

Kotak hitam pesawat Nepal yang jatuh ditemukan, 4 korban masih dicari
Indonesia
•
16 Jan 2023

UNDP: Hampir 80 persen populasi Afghanistan kesulitan mengakses air minum
Indonesia
•
26 Mar 2024

Laporan PBB: Krisis ekonomi memburuk di wilayah Palestina yang diduduki
Indonesia
•
14 Sep 2024


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
