
Presiden Macron sebut aksi militer AS dan Israel langgar hukum internasional

Foto yang diabadikan pada 2 Maret 2026 di San Francisco, Amerika Serikat (AS), ini menunjukkan seorang pria yang memegang poster memprotes serangan militer AS terhadap Iran. (Xinhua/Ziyu Julian Zhu)
Kapal induk Prancis Charles de Gaulle dikerahkan ke Laut Mediterania sebagai respons atas memburuknya situasi di kawasan tersebut. Kapal itu sebelumnya berada di Swedia untuk mengikuti latihan militer.
Paris, Prancis (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Selasa (3/3) mengatakan bahwa operasi militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel "melanggar hukum internasional" dan tidak dapat dibenarkan oleh Prancis.
Dalam pidato yang disiarkan di televisi mengenai situasi di Iran dan Timur Tengah, Macron mengatakan konflik yang dipicu oleh serangan yang dilakukan AS dan Israel kini meluas ke seluruh kawasan tersebut, sehingga menimbulkan konsekuensi serius bagi perdamaian dan keamanan.
Macron mengonfirmasi bahwa kapal induk Prancis Charles de Gaulle dikerahkan ke Laut Mediterania sebagai respons atas memburuknya situasi di kawasan tersebut. Kapal itu sebelumnya berada di Swedia untuk mengikuti latihan militer.
Dia mengatakan kapal fregat Languedoc serta aset pertahanan udara tambahan juga dikerahkan ke Siprus. Pangkalan udara Inggris di Akrotiri, yang terletak di pesisir selatan Siprus, diserang drone pada Senin (2/3) dini hari waktu setempat.
Presiden Prancis itu menambahkan bahwa Prancis telah merespons dengan segera, menembak jatuh drone "dalam pembelaan yang sah" sejak "jam-jam pertama konflik" yang melibatkan Israel, AS, dan Iran.
Pada Ahad, Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin mengatakan di media sosial bahwa sebuah hanggar di pangkalan angkatan laut Prancis, yang lokasinya bersebelahan dengan pangkalan Uni Emirat Arab (UEA), terkena serangan drone yang menyasar pelabuhan Abu Dhabi. Kerusakan terbatas pada kerugian material, dan tidak ada laporan korban luka.
Macron juga mengumumkan bahwa dua penerbangan pertama yang memulangkan warga negara Prancis dari Timur Tengah yang dilanda perang akan tiba di Paris pada Selasa malam waktu setempat.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pertemuan darurat OKI tolak perluasan permukiman Israel
Indonesia
•
01 Mar 2026

Trump menangkan kursi kepresidenan AS di tengah kekhawatiran mendalam di kalangan publik
Indonesia
•
08 Nov 2024

Sekjen NATO serukan anggaran pertahanan yang lebih besar
Indonesia
•
16 Feb 2023

Tesla hentikan produksi di Shanghai karena masalah pasokan
Indonesia
•
10 May 2022


Berita Terbaru

Iran minta Houthi tutup Selat Bab el-Mandeb jika AS serang pembangkit listrik
Indonesia
•
17 Jul 2026

Google Play hapus super-app Rusia MAX, pengguna diminta beralih ke domain baru
Indonesia
•
17 Jul 2026

Operasi militer Israel berbuah ancaman, Netanyahu dan keluarganya kini hidup tak tenang
Indonesia
•
17 Jul 2026

Amerika Serikat perketat aturan mahasiswa internasional, masa tinggal kini dibatasi maksimal 4 tahun
Indonesia
•
17 Jul 2026
