
Presiden Jokowi dorong pemimpin APEC perkuat kerja sama konkret

Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo saat tiba di Bandar Udara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand, Kamis (17/11/2022). (Seretariat Kabinet RI)
Pemimpin APEC didorong untuk mewujudkan APEC Food Security Roadmap Towards 2030 dalam upaya memastikan ketahanan pangan melalui teknologi yang inovatif dan digitalisasi, peningkatan produktivitas dan efisiensi sistem pangan, serta kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.
Jakarta (Indonesia Window) – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mendorong pemimpin APEC (Kerja Sama Economi Asia-Pasifik) untuk memperkuat kerja sama konkret dalam menghadapi krisis pangan, krisis energi, krisis lingkungan, dan ancaman resesi.“Dalam jangka pendek, kolaborasi mutlak diperlukan untuk mengatasi inflasi dan memastikan ketahanan pangan,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan intervensinya pada pertemuan pemimpin APEC sesi 1 di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Jumat.Presiden Jokowi mendorong perwujudan APEC Food Security Roadmap Towards 2030 untuk memastikan ketahanan pangan melalui teknologi yang inovatif dan digitalisasi, peningkatan produktivitas dan efisiensi sistem pangan, serta kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.“Ketersediaan pupuk dan pakan ternak juga perlu diperhatikan untuk cegah krisis pangan menyerang lebih dari tiga miliar masyarakat,” ucap kepala negara.Dalam jangka panjang, Presiden Jokowi mendorong penguatan kemitraan ekonomi digital dan ekonomi hijau, karena bidang tersebut penting untuk pemulihan ekonomi yang inklusif.“Sejak pandemi manfaat ekonominya semakin dirasakan, mulai dari telemedisin, jasa antar makanan, pembayaran digital, hingga keterlibatan UMKM di marketplace. Kita harus bangun ekosistem ekonomi digital yang ramah bagi UMKM dan start-ups khususnya melalui penguatan keterampilan dan literasi digital,” jelas Presiden.Dalam pertemuan tersebut, presiden juga mendorong ekonomi hijau bagi pemulihan ekonomi kawasan, karena sektor ini adalah masa depan ekonomi kawasan dan sudah lebih dari 90 miliar dolar AS digunakan untuk membangun berbagai proyek hijau di APEC.“Untuk itu, saya menyambut baik inisiatif Thailand, The Bangkok Goals for the Bio-Circular-Green Economy. Inisiatif ini akan membuka akses terhadap pembiayaan, teknologi, inovasi, dan penguatan kapasitas,” ungkap Presiden Jokowi.Kepala negara menegaskan, penguatan kolaborasi antaranggota APEC merupakan kunci untuk mencapai semua hal tersebut.Sebelum memulai sesi pertemuan, saat tiba di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Presiden Jokowi disambut langsung Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha dan dilanjutkan sesi foto bersama.Pada hari yang sama presiden juga telah melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dan Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) di sela penyelenggaraan KTT APEC.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

UE denda Meta lebih dari 800 juta dolar AS atas pelanggaran aturan antipakat
Indonesia
•
16 Nov 2024

Perdagangan luar negeri China naik 7,7 persen pada 2022, rekor tertinggi baru
Indonesia
•
13 Jan 2023

Huawei perkuat komitmen bangun infrastruktur hijau dan rendah karbon di Indonesia
Indonesia
•
04 Feb 2023

Bank sentral global fokus inflasi, perkirakan pertumbuhan berlanjut
Indonesia
•
11 Mar 2022


Berita Terbaru

Feature – Kesepian jadi peluang bisnis, pasar mainan AI China tumbuh pesat, tembus 2,32 triliun rupiah
Indonesia
•
01 Nov 2026

Malaysia rugi 35,7 triliun rupiah akibat karhutla, 1.600 kematian dikaitkan dengan asap lintas batas
Indonesia
•
30 Oct 2026

Perubahan iklim ancam pangan Asia Tenggara, produksi padi turun 5 persen, jagung 6 persen
Indonesia
•
30 Oct 2026

Fokus Berita – SANY Indonesia Finance bidik pelanggan konstruksi dan tambang, siapkan perluasan jaringan di Tanah Air
Indonesia
•
30 Oct 2026
