Prancis dan Inggris tingkatkan persenjataan nuklir, Rusia terancam

Foto yang diabadikan pada 10 Maret 2022 ini memperlihatkan Kremlin di Moskow, Rusia. (Xinhua/Bai Xueqi)

Peningkatan kemampuan nuklir NATO memerlukan perhatian yang lebih besar serta pertimbangan yang sangat cermat dalam pengembangan dan perencanaan militer Rusia.

 

Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Rusia pada Rabu (4/3) menyatakan kekhawatiran atas keputusan Prancis dan Inggris untuk meningkatkan persenjataan nuklir mereka, serta memperingatkan implikasinya terhadap keamanan nasional Rusia.

Dalam sebuah konferensi pers, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan London dan Paris berniat meningkatkan persenjataan nuklir mereka di luar batasan internasional.

Zakharova mengatakan keputusan tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan lama mereka yang menghindari partisipasi dalam perjanjian pengendalian senjata nuklir apa pun.

Dia mengungkapkan peningkatan kemampuan nuklir NATO memerlukan perhatian yang lebih besar serta "pertimbangan yang sangat cermat" dalam pengembangan dan perencanaan militer Rusia.

Juru bicara itu juga mengatakan Rusia semakin meyakini setiap pengaturan pengendalian senjata nuklir di masa depan yang melibatkan Moskow harus mempertimbangkan keseluruhan kemampuan nuklir NATO.

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin (2/3) mengumumkan dirinya telah memerintahkan penambahan jumlah hulu ledak nuklir Prancis guna memperkuat persenjataan negara tersebut. Dia menyatakan siap memasukkan "dimensi Eropa" ke dalam konsep "penangkalan nuklir tingkat lanjut" Prancis.

Sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris, telah menyatakan ketertarikan terhadap konsep tersebut, tambah Macron, seraya mengatakan bahwa Paris, London, dan Berlin akan bekerja sama dalam proyek-proyek yang melibatkan rudal dengan jangkauan sangat jauh sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat kemampuan pertahanan Eropa. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait