
Peringati setahun serangan 7 Oktober, Hamas sebut siap hadapi konflik jangka panjang lawan Israel

Seorang pria berdiri di atas puing-puing bangunan yang hancur di Kota Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 6 Oktober 2024. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Abu Ubaida mengeklaim bahwa Hamas telah menyebabkan kerusakan signifikan di kubu Israel, dengan mengatakan, "Di semua lini pertempuran dan di seluruh Gaza, kami telah membunuh dan menargetkan ratusan tentara, menghancurkan kendaraan Israel, dan menyempurnakan taktik kami."
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia) – Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, pada Senin (7/10) menyatakan kesiapan mereka menghadapi konflik jangka panjang melawan Israel di Jalur Gaza."Kami memilih untuk melanjutkan perang atrisi yang panjang dan menyakitkan melawan Israel," kata juru bicara Brigade Al-Qassam Abu Ubaida dalam sebuah pernyataan video dalam rangka memperingati satu tahun serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Dia menegaskan bahwa pertempuran yang sedang berlangsung telah menunjukkan keefektifan strategi ini.Abu Ubaida mengeklaim bahwa Hamas telah menyebabkan kerusakan signifikan, dengan mengatakan, "Di semua lini pertempuran dan di seluruh Gaza, kami telah membunuh dan menargetkan ratusan tentara, menghancurkan kendaraan Israel, dan menyempurnakan taktik kami."Dia menggambarkan konflik tersebut sebagai pertarungan melawan "musuh kriminal" dalam pertempuran yang tidak seimbang.Berbicara tentang para sandera yang ditangkap dalam serangan pada Oktober tahun lalu, Abu Ubaida menyatakan, "Sejak hari pertama, kami telah memastikan perlindungan dan keselamatan para tawanan kami, tetapi ambisi (Benjamin) Netanyahu telah menghalangi kepulangan mereka selama satu tahun."Dia memperingatkan bahwa nasib para sandera saat ini bergantung pada keputusan pemerintah Israel dan memperingatkan bahwa situasi mereka dapat memburuk jika pasukan Israel bergerak maju, seraya mengonfirmasi bahwa Hamas telah menginstruksikan para penjaga sandera untuk bertindak jika militer Israel mendekat.
Seorang anak Palestina terlihat di luar sebuah tenda di pusat pengungsian di Kota Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 5 Oktober 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Thailand perketat kontrol perbatasan usai putus pasokan listrik ke Myanmar
Indonesia
•
07 Feb 2025

China dan Rusia gelar putaran baru konsultasi keamanan strategis
Indonesia
•
20 Sep 2022

Jumlah jamaah umroh tahun 2021 meningkat 11,61 persen
Indonesia
•
02 Apr 2022

Usai Pembicaraan dengan Trump, PM Denmark Sebut Situasi Greenland "Serius"
Indonesia
•
17 Jan 2025


Berita Terbaru

Kremlin sebut situasi Timur Tengah berkembang sesuai skenario terburuk
Indonesia
•
27 Mar 2026

Hakim AS tangguhkan upaya Pentagon hukum Anthropic yang tolak berikan akses kepada pemerintah
Indonesia
•
27 Mar 2026

Jumlah korban sipil di Iran dan Lebanon kian bertambah
Indonesia
•
27 Mar 2026

Analisis – Pengerahan pasukan darat AS ke Iran dapat rugikan Trump dari segi politik
Indonesia
•
27 Mar 2026
