Populasi Singapura tumbuh sekitar 1,1 persen selama satu dekade terakhir

Populasi Singapura tumbuh sekitar 1,1 persen selama satu dekade terakhir
Ilustrasi. Total populasi Singapura tumbuh sekitar 1,1 persen per tahun antara tahun 2010 dan 2020. (Ryoji Iwata on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Total populasi Singapura tumbuh sekitar 1,1 persen per tahun antara tahun 2010 dan 2020, menurut Departemen Statistik Singapura (DOS) pada Rabu (16/6).

Populasi warga lokal meningkat menjadi 3,52 juta dari 3,23 juta selama periode tersebut, sementara populasi penduduk tetap stabil di sekitar 0,5 juta, menurut Kantor Berita BERNAMA.

Sementara itu, komposisi etnis penduduk tetap stabil, dengan 74,3 persen China, 13,5 persen Melayu dan 9,0 persen India pada tahun 2020. Populasi penduduk terdiri dari warga negara dan penduduk tetap.

Mengenai status perkawinan, Departemen Statistik mengatakan proporsi lajang meningkat di seluruh kelompok umur dengan peningkatan paling menonjol di penduduk berusia 25-34 tahun.

Antara 2010 dan 2020, proporsi lajang di antara penduduk berusia 25-29 tahun naik menjadi 81,6 persen dari 74,6 persen untuk laki-laki, dan menjadi 69,0 persen dari 54,0 persen untuk perempuan.

Adapun jumlah anak yang lahir, perempuan umumnya memiliki anak lebih sedikit dibandingkan dekade sebelumnya.

Rata-rata jumlah anak yang lahir dari penduduk wanita pernah kawin umur 40-49 tahun menurun dari 2,02 per wanita pada tahun 2010 menjadi 1,76 per wanita pada tahun 2020.

Di antara penduduk perempuan pernah kawin berusia 40-49 tahun, lulusan universitas rata-rata memiliki 1,66 anak pada tahun 2020, lebih rendah dari rata-rata 1,94 anak di antara mereka yang berpendidikan menengah.

Dalam pencapaian pendidikan, Departemen Statistik mengatakan profil penduduk meningkat antara 2010 dan 2020, dengan perempuan telah membuat kemajuan yang lebih signifikan dalam pendidikan.

Di antara penduduk berusia 25 tahun ke atas pada tahun 2020, 58,3 persen mencapai kualifikasi pasca sekolah menengah atau lebih tinggi, naik dari 46,5 persen pada tahun 2010.

Komunitas China, Melayu, dan India semuanya meningkat dalam pencapaian pendidikan mereka.

Dalah hal literasi, departemen mengatakan angka tersebut tetap tinggi pada 97,1 persen pada tahun 2020 dan literasi multi-bahasa juga tetap tinggi pada 90,3 persen di antara penduduk melek huruf berusia 15-24 tahun.

Bahasa Inggris adalah bahasa yang paling sering digunakan di rumah untuk 48,3 persen penduduk berusia 5 tahun ke atas pada tahun 2020, naik dari 32,3 persen pada tahun 2010.

Di antara penduduk yang paling sering berbicara Bahasa Inggris di rumah, lebih dari 80 persen juga berbicara bahasa daerah di rumah.

Departemen Statistik mencatat bahwa Singapura terus memiliki keragaman agama. Di antara penduduk berusia 15 tahun ke atas pada tahun 2020, 31,1 persen mengidentifikasi diri mereka sebagai penganut Buddha, 8,8 persen sebagai penganut Tao, 18,9 persen sebagai Kristen, 15,6 persen sebagai Muslim, dan 5,0 persen sebagai Hindu.

Mereka yang tidak memiliki afiliasi agama mencapai 20,0 persen pada 2020, naik dari 17,0 persen pada 2010.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here