
Haji1446 Kemenkes: 99 jamaah haji terserang pneumonia

Sebanyak 99 jamaah haji Indonesia dilaporkan terserang pneumonia selama menunggu pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. (Kementerian Kesehatan RI)
Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang dapat berakibat fatal, terutama bagi jamaah haji dengan kondisi kesehatan yang rentan atau memiliki komorbiditas.
Jakarta (Indonesia Window) – Sebanyak 99 jamaah haji Indonesia dilaporkan terserang pneumonia selama menunggu pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.Angka tersebut menjadi perhatian serius Kementerian Kesehatan RI, mengingat pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang dapat berakibat fatal, terutama bagi jamaah dengan kondisi kesehatan yang rentan atau memiliki komorbiditas, ungkap Kementerian Kesehatan RI dalam pernyataan tertulisnya yang dikutip Indonesia Window pada Jumat.Data yang dihimpun oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), baik Daerah Kerja (Daker) Makkah maupun Madinah per tanggal 20 Mei 2025, cut-off pukul.16.00 WAS, menunjukkan bahwa jamaah yang terserang pneumonia tersebar di berbagai sektor dan kloter.Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mereka saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit rujukan di Makkah dan Madinah, Arab Saudi.“Kami mencatat adanya peningkatan kasus pneumonia di kalangan jamaah haji kita. Dari 99 kasus pneumonia, ada satu jamaah yang meninggal dunia karena penyakit tersebut. Ini adalah kondisi yang harus diwaspadai, karena dapat berkembang menjadi lebih serius, jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat,” ujar Liliek Marhaendro Susilo, Kepala Pusat Kesehatan Haji, di KKHI Madinah pada Rabu (21/5).Pneumonia adalah peradangan pada kantung-kantung udara di paru-paru (alveoli) yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Di lingkungan ibadah haji yang padat dan dengan suhu panas ekstrem, risiko penularan infeksi pernapasan menjadi lebih tinggi.KKHI mengidentifikasi beberapa faktor risiko yang bertendensi sebagai pencetus kasus pneumonia di kalangan jamaah haji, antara lain:- Suhu panas ekstrem, berdasarkan data real time KKHI, suhu hari ini di Makkah dan Madinah berkisar antara 41-47 derajat celcius. Suhu udara yang tinggi ini, jika kekurangan asupan cairan dapat menyebabkan dehidrasi yang bisa membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi.
- Kelelahan fisik, rangkaian ibadah haji yang padat, dari mulai lamanya perjalanan, umroh wajib hingga puncak di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), membutuhkan stamina fisik yang kuat, sehingga kelelahan dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh.
- Keramaian massa, penularan penyakit dengan kepadatan jamaah haji hingga jutaan orang dapat meningkatkan risiko penularan virus atau bakteri penyebab pneumonia.
- Riwayat penyakit penyerta (komorbiditas), jamaah dengan riwayat diabetes, hipertensi, penyakit jantung memiliki risiko lebih tinggi.
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Vaksin Zifivax buatan China siap diproduksi di Indonesia
Indonesia
•
11 Jan 2022

Indonesia tolak pernyataan AS tentang pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
20 Nov 2019

NC-212i buatan Indonesia mengudara di langit Thailand
Indonesia
•
12 Nov 2019

COVID-19 – Dubes RI untuk Ukraina dukung pembentukan relawan
Indonesia
•
13 Jul 2021


Berita Terbaru

Patrialis Akbar ingatkan hakim: Salah memutus perkara, pertanggungjawabannya hingga akhirat
Indonesia
•
12 Aug 2026

Program Magang Nasional 2026 dibuka, pemerintah siapkan 150 ribu kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi
Indonesia
•
11 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (2 dari 3 tulisan)
Indonesia
•
08 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (selesai)
Indonesia
•
08 Aug 2026
