TVRI dan pemerintah Guangxi China jalin kerja sama penerapan AI di industri penyiaran

Foto yang diabadikan pada 19 September 2025 ini menunjukkan seorang pengunjung sedang menjajal mesin pendamping pembacaan, yang didukung AI, untuk anak-anak, di sebuah pameran di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (Xinhua)

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) - Indonesia dan China terus memperluas kerja sama penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di berbagai bidang, salah satunya di industri penyiaran. Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) belum lama ini menjajaki kerja sama penggunaan AI dengan Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi di China selatan.

"TVRI terbuka untuk menjalin kerja sama yang lebih luas yang tidak hanya terbatas pada pertukaran berita atau program saja, tetapi juga melalui produksi bersama dalam pembuatan program bersama dengan menggunakan AI," kata Direktur Utama (Dirut) LPP TVRI, Iman Brotoseno, dalam pertemuan dengan rombongan delegasi pemerintah Guangxi di Jakarta pekan lalu.

Potensi kerja sama dengan China ini dinilai menjadi peluang untuk menghadirkan program yang berkualitas dan relevan bagi masyarakat di dua negara itu. Menurutnya, kolaborasi ini dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, salah satunya melalui pembuatan program pariwisata atau dokumenter bersama mengingat wisatawan China cukup banyak yang berkunjung ke Indonesia.

Rombongan Guangxi dipimpin oleh Direktur Kantor Informasi Pemerintah Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Li Pan. Dia menyebut bentuk kolaborasi ini dapat berupa produksi dokumenter dan film pendek. Harapannya, kerja sama ini akan memperkuat hubungan kedua negara sekaligus memperkenalkan budaya masing-masing kepada masyarakat luas.

"AI memungkinkan lembaga penyiaran memahami pola tontonan masyarakat tanpa menghilangkan peran manusia sebagai pengambil keputusan utama," ujarnya pada pertemuan yang digelar pada Rabu (4/2) lalu.

Li juga berharap kerja sama ini menjadi langkah awal yang mampu menghadirkan tayangan inovatif dan memperkuat peran media sebagai jembatan komunikasi antarnegara di era digital.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait