PLN bangun pembangkit energi terbarukan 1,1 GW tahun depan

PLN bangun pembangkit energi terbarukan 1,1 GW tahun depan
Solar panel terpasang di atap rumah tradisional honai di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. (Indonesia Window)

Jakarta (Indonesia Window) – PT PLN (Persero) mengatakan akan membangun pembangkit energi baru terbarukan sebesar 1,1 gigawatt (GW) pada tahun 2022 untuk mempercepat transisi energi dan meningkatkan porsi energi bersih dalam bauran energi nasional.

Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto, mengatakan pembangunan proyek pembangkit energi bersih mengacu kepada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030.

“Dalam RUPTL kami berkomitmen untuk menggunakan lebih banyak energi bersih. Langkah ini kami lakukan untuk mencapai karbon netral pada 2060,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Kamis.

Wiluyo menjelaskan PLN memiliki 21 proyek energi baru terbarukan yang akan dikembangkan tahun depan, yaitu proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air atau Minihidro (PLTA/M) berkapasitas 490 megawatt di Sumatera, Sulawesi, dan Jawa.

Proyek lainnya adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan total kapasitas 195 megawatt, dan Pembangkit Listrik Tenaga Bioenergi (PLTBio) dengan kapasitas hampir 20 megawatt.

PLN juga mendorong penggunaan energi surya di beberapa kepulauan, termasuk program konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebesar 500 megawatt, serta Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).

“Kami membuka peluang kerja sama seluas luasnya bagi semua pihak yang ingin mengembangkan pembangkit energi baru terbarukan,” ucap Wiluyo.

PLN juga menambah pembangunan dua PLTA, yakni di Poso Peaker (Sulawesi Tengah) sebesar 130 megawatt dan Malea (Sulawesi Selatan) berkapasitas 90 megawatt, serta Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di Pasir Mandoge (Sumatera Utara) sebesar 2 megawatt.

Dalam program transisi energi dan mencapai target karbon netral, PLN juga akan menghentikan operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara secara bertahap hingga 2050.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here