Jadi ‘Platform Daring Raksasa’ di Eropa, Amazon dipaksa taat aturan UE

Foto yang diabadikan pada 26 September 2023 di Arlington, Amerika Serikat (AS), ini menunjukkan situs belanja daring Amazon. Komisi Perdagangan Federal (Federal Trade Commission/FTC) AS dan 17 jaksa negara bagian pada Selasa (18/11) menggugat Amazon.com, Inc., dengan tuduhan bahwa perusahaan retail dan teknologi daring tersebut adalah perusahaan monopolis yang menggunakan serangkaian strategi antipersaingan dan tidak adil yang saling berkaitan untuk secara ilegal mempertahankan kekuasaan monopol...
Platform teknologi dengan jumlah pengguna di UE melampaui 45 juta harus memenuhi kewajiban tertentu, termasuk menangani konten ilegal dan berbahaya, ketika mereka ditetapkan sebagai "platform daring sangat besar" atau "mesin pencarian daring sangat besar" (very large online search engine).
Brussel, Belgia (Xinhua/Indonesia Window) – Pengadilan Umum Uni Eropa (UE) pada Rabu (19/11) menolak gugatan Amazon terhadap keputusan Komisi Eropa yang menetapkan Amazon Store sebagai "platform daring sangat besar" (very large online platform), dan menegaskan bahwa raksasa e-commerce Amerika Serikat (AS) tersebut harus mematuhi regulasi digital UE.Menurut Undang-Undang Layanan Digital (Digital Services Act) UE, platform teknologi yang memiliki jumlah pengguna di UE melampaui 45 juta harus memenuhi kewajiban tertentu, termasuk menangani konten ilegal dan berbahaya, ketika mereka ditetapkan sebagai "platform daring sangat besar" atau "mesin pencarian daring sangat besar" (very large online search engine).Pada 2023, Amazon mengajukan banding ke pengadilan untuk membatalkan penetapan tersebut, dengan alasan bahwa kewajiban yang diberlakukan melanggar hak-hak yang dilindungi oleh Piagam Hak Asasi (Charter of Fundamental Rights) UE, termasuk kebebasan untuk menjalankan usaha, hak kepemilikan, dan kebebasan berekspresi.Namun, pihak pengadilan menolak gugatan tersebut dengan alasan bahwa anggota parlemen UE menganggap platform daring yang sangat besar berpotensi menimbulkan risiko sistemik bagi masyarakat. Kewajiban yang diberlakukan pada platform-platform tersebut, misalnya mewajibkan sistem rekomendasi yang tidak bergantung pada pemprofilan atau profiling pengguna dan memberikan para peneliti akses ke data tertentu, dengan tujuan untuk mencegah risiko-risiko tersebut.Amazon memiliki waktu sekitar dua bulan untuk mengajukan banding atas putusan tersebut, ujar pengadilan itu.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

RCEP China-Kamboja suntikkan dorongan baru dalam pertanian Kamboja
Indonesia
•
27 Dec 2022

Produsen NEV China laporkan peningkatan penjualan yang kuat pada 2022
Indonesia
•
04 Jan 2023

HSBC raup laba sebelum pajak sebesar 21,7 miliar dolar AS pada H1 2023
Indonesia
•
02 Aug 2023

Bank Dunia kucurkan 1 miliar dolar AS lebih untuk Asia Selatan
Indonesia
•
30 Jun 2022
Berita Terbaru

Presiden Meksiko sebut negaranya akan terus kirim minyak ke Kuba
Indonesia
•
30 Jan 2026

Teknologi PaMER hasilkan minyak pangan bernutrisi tinggi, rendah karbon
Indonesia
•
30 Jan 2026

Megafactory Tesla di Shanghai kirim 2.000 lebih unit baterai megapack pada 2025
Indonesia
•
30 Jan 2026

Ekonomi makin tak menentu, permintaan emas dunia pecahkan rekor
Indonesia
•
30 Jan 2026
