
Piala Dunia 2026 terancam terganggu saat pekerja ‘venue’ utama AS siap mogok

Orang-orang berjalan melewati poster Piala Dunia FIFA 2026 di Union Station Los Angeles, Amerika Serikat, pada 28 Mei 2026. (Xinhua/Zeng Hui)
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Para pekerja di Stadion SoFi, yang terletak di Los Angeles County, California, memberikan suara mayoritas pada Jumat (5/6) untuk mengesahkan kemungkinan aksi mogok kerja hanya beberapa hari menjelang penyelenggaraan pertandingan Piala Dunia FIFA di venue itu, meningkatkan potensi gangguan operasional di salah satu venue paling bergengsi Amerika Serikat (AS) untuk ajang sepak bola empat tahunan tersebut.
Para pekerja, yang diwakili oleh serikat pekerja Unite Here Local 11, memberikan 96 persen suara setuju untuk otorisasi pemogokan, menurut serikat pekerja dan sejumlah laporan media. Meski tidak menjamin aksi mogok akan terjadi, pemungutan suara ini memberikan wewenang kepada para pemimpin serikat pekerja untuk menyerukan aksi mogok jika perundingan kontrak gagal menghasilkan kesepakatan sebelum pertandingan pertama yang dijadwalkan di Stadion SoFi pada 12 Juni.
Sekitar 2.000 pekerja hospitality, termasuk bartender, pramusaji, koki, staf katering, dan pencuci piring, kemungkinan akan terdampak. Perselisihan tenaga kerja ini berpusat pada masalah upah, perlindungan kerja, dan masalah keamanan. Para pemimpin serikat pekerja mengatakan pekerja menginginkan upah yang sepadan dengan biaya hidup di Los Angeles, upah premium untuk acara berskala besar seperti Piala Dunia, serta perlindungan terhadap subkontrak dan otomatisasi yang dapat mengurangi jumlah pekerjaan di serikat pekerja.
Para pekerja juga telah menyampaikan kekhawatiran terkait penegakan hukum imigrasi dan kewajiban untuk mengungkap data pribadi oleh para pekerja FIFA selama proses akreditasi lencana. Sebelumnya pada pekan ini, Sheriff Los Angeles County Robert Luna mengumumkan bahwa Departemen Keamanan Dalam Negeri AS memberitahunya tentang kemungkinan kehadiran pihak berwenang federal selama laga-laga pertandingan untuk "membantu menjaga keamanan."
Kurt Petersen, co-president Unite Here Local 11, mengatakan jika kesepakatan kerja tidak tercapai, para pekerja akan melakukan aksi mogok dan 70.000 penonton yang datang untuk menyaksikan pertandingan antara AS melawan Paraguay pada 12 Juni nanti akan disambut oleh ratusan demonstran, seperti dilansir Los Angeles Times.
Legends Global, perusahaan yang mengelola pengoperasian layanan hospitality di Stadion SoFi, menyatakan tetap berkomitmen untuk mencapai kesepakatan yang adil melalui negosiasi.
Polemik ini terjadi pada saat yang sensitif bagi para penyelenggara di Los Angeles. Stadion SoFi dijadwalkan menjadi venue delapan pertandingan Piala Dunia, termasuk laga pembuka tim nasional sepak bola AS melawan Paraguay. Stadion tersebut, yang menjadi markas tim NFL Rams dan Chargers, telah menjadi pusat persiapan California Selatan untuk turnamen yang berlangsung selama sebulan ini, yang akan digelar di AS, Meksiko, dan Kanada.
Laporan-laporan media dalam beberapa hari terakhir menggambarkan kebuntuan yang semakin memanas antara serikat pekerja, Legends Global, dan FIFA. Para pekerja menyatakan beberapa usulan terbaru mencakup kenaikan upah minimal untuk beberapa kategori pekerjaan dan pembekuan upah untuk kategori lainnya. Serikat pekerja juga menyatakan bahwa mereka ingin para pekerja memiliki hak untuk meninggalkan tempat kerja jika petugas penegak hukum imigrasi memasuki stadion dan menimbulkan apa yang mereka gambarkan sebagai kekhawatiran yang wajar terhadap keselamatan para pekerja.
Kekhawatiran yang lebih besar bagi para penyelenggara adalah apakah aksi mogok, bahkan yang singkat sekalipun, dapat mengganggu penyediaan fasilitas dan layanan hospitality berkualitas tinggi saat para pencinta sepak bola mulai berdatangan dari seluruh penjuru dunia.
Perundingan kontrak pekerja diperkirakan akan berlanjut hingga menjelang jadwal laga pembuka. Hingga saat ini, pemungutan suara mogok kerja tersebut semakin meningkatkan tekanan baik di pihak penyelenggara maupun pekerja, kendati tidak menutup kemungkinan tercapainya kesepakatan sebelum aksi mogok benar-benar dilakukan. Dengan Piala Dunia yang semakin dekat, polemik ini menjadi ujian awal apakah salah satu venue utama ajang tersebut dapat terhindar dari gangguan ketenagakerjaan menjelang penyelenggaraan turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia itu.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Meski sepakati gencatan senjata di Gaza, Netanyahu sebut operasi militer Israel "belum berakhir"
Indonesia
•
13 Oct 2025

Badai debu sebabkan tabrakan beruntun puluhan kendaraan di Illinois, AS
Indonesia
•
02 May 2023

KTT ASEAN ditutup, soroti kawasan yang lebih terhubung dan tangguh
Indonesia
•
13 Oct 2024

Tajuk Xinhua: Sambut 2023, Presiden Xi tekankan kerja keras untuk jadikan China lebih baik
Indonesia
•
01 Jan 2023


Berita Terbaru

Hamas gelar pertemuan penting di Kairo, bahasa masa depan Gaza dan nasib gencatan senjata
Indonesia
•
07 Jun 2026

AS tolak visa pejabat timnas Iran, konflik politik bayangi Piala Dunia 2026
Indonesia
•
07 Jun 2026

Brasil bela hakim agung yang digugat perusahaan milik Trump, sebut taruhannya kedaulatan negara
Indonesia
•
06 Jun 2026

UE gelontorkan bantuan Rp2,09 triliun untuk militer Lebanon di tengah gencatan senjata yang rapuh
Indonesia
•
06 Jun 2026
