Jerman akan kerahkan sistem rudal Patriot ke Turkiye dalam misi NATO di tengah ketegangan kawasan

Wisatawan mengunjungi kota kuno Side di Distrik Manavgat, Provinsi Antalya, Turkiye, pada 18 Maret 2025. (Xinhua/Mustafa Kaya)

Sistem rudal Patriot milik AS telah dikerahkan di dekat pangkalan radar NATO di Turkiye tenggara menyusul ancaman rudal yang terkait konflik dengan Iran.

 

Ankara, Turkiye (Xinhua/Indonesia Window) – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Turkiye pada Rabu (20/5) mengatakan bahwa Jerman akan mengerahkan sistem pertahanan udara Patriot ke Turkiye pada Juni nanti untuk misi selama enam bulan di bawah langkah-langkah NATO yang bertujuan memperkuat pertahanan udara Turkiye di tengah ketegangan regional yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Zeki Akturk, juru bicara Kemenhan Turkiye, mengatakan sistem dari Jerman tersebut akan menggantikan salah satu sistem Patriot tambahan yang ditempatkan NATO di Turkiye. Sistem dari Jerman itu akan beroperasi bersama sistem Patriot dari Spanyol yang telah ditempatkan di Turkiye.

Berbicara dalam konferensi pers di sebuah pangkalan militer di Kota Izmir di Turkiye barat daya, Akturk mengatakan pengerahan Patriot tersebut dikoordinasikan dengan sekutu-sekutu NATO sesuai evaluasi situasi keamanan saat ini.

Pada Maret lalu, Ankara mengatakan bahwa sistem rudal Patriot milik AS telah dikerahkan di dekat pangkalan radar NATO di Turkiye tenggara menyusul ancaman rudal yang terkait konflik dengan Iran. Pertahanan udara NATO kemudian mencegat empat rudal balistik yang diluncurkan dari Iran selama pertempuran, ungkap pejabat Turkiye.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota lain di Iran. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan dan aset milik Israel dan AS di Timur Tengah.

Turkiye pada Maret melaporkan sejumlah pencegatan terhadap rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran, meskipun Teheran membantah klaim tersebut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait