
NASA dan Boeing targetkan peluncuran misi berawak pertama Starliner pada 5 Juni

Roket Atlas V dari United Launch Alliance yang mengangkut pesawat luar angkasa Boeing Starliner terlihat di Space Launch Complex-41 di Pangkalan Angkatan Antariksa Tanjung Canaveral di Florida, Amerika Serikat, pada 5 Mei 2024. (Sumber: NASA)
Pesawat luar angkasa Starliner akan membawa astronaut NASA Butch Wilmore dan Suni Williams ke ISS selama sekitar satu pekan untuk menguji pesawat antariksa tersebut dan subsistemnya sebelum NASA mengesahkan sistem transportasi itu untuk misi rotasi ke ISS untuk Program Awak Komersial NASA.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Boeing menargetkan untuk melaksanakan peluncuran misi berawak pertama pesawat luar angkasa Starliner ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Rabu (5/6).Pesawat luar angkasa tersebut sebelumnya dijadwalkan untuk diluncurkan pada Sabtu (1/6) menggunakan roket United Launch Alliance (ULA) Atlas V dari Space Launch Complex-41 di Pangkalan Angkatan Antariksa Tanjung Canaveral di Florida. Namun, misi tersebut dibatalkan hanya beberapa menit sebelum lepas landas akibat masalah teknis.Para teknisi dan insinyur dari ULA bekerja sepanjang malam pada Sabtu dan Ahad (2/6), melakukan penilaian terhadap peralatan pendukung darat di landasan peluncuran yang mengalami masalah saat hitung mundur dan membatalkan upaya peluncuran itu, papar NASA.Tim ULA mengidentifikasi masalah pada catu daya darat tunggal dalam satu dari tiga sasis redundan yang menyediakan daya ke subset kartu komputer yang mengendalikan berbagai fungsi sistem, termasuk kartu yang mengendalikan katup pengisian ulang stabil untuk bagian atas Centaur.Ketiga sasis ini diperlukan untuk memasuki fase terminal dalam hitung mundur peluncuran guna memastikan keselamatan kru.Tim tersebut melepas sasis dengan unit catu daya darat yang bermasalah itu pada Ahad, dan menggantinya dengan sasis cadangan. Tidak ada tanda-tanda kerusakan fisik yang terdeteksi, kata NASA.Analisis kegagalan penuh dari unit daya tersebut akan dilakukan untuk lebih memahami akar masalahnya.Sementara itu, ULA telah menyelesaikan pemeriksaan fungsional pada sasis baru dan kartu, dan semua perangkat keras berfungsi normal, menurut NASA.Uji terbang ini akan membawa astronaut NASA Butch Wilmore dan Suni Williams ke ISS selama sekitar satu pekan untuk menguji pesawat luar angkasa Starliner dan subsistemnya sebelum NASA mengesahkan sistem transportasi itu untuk misi rotasi ke ISS untuk Program Awak Komersial NASA, menurut badan antariksa tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi baru ungkap masalah privasi data pada mobil modern
Indonesia
•
09 Sep 2023

Polusi udara partikulat bisa tingkatan mutasi pada kanker paru-paru di kalangan nonperokok
Indonesia
•
07 Jul 2025

Limbah pertanian ‘disulap’ jadi bioarang, teknologi China ini capai produksi 50.000 ton per tahun
Indonesia
•
09 Jul 2026

COVID-19 – Taiwan mulai produksi massal vaksin pada Juli
Indonesia
•
05 Mar 2021


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
