
Sistem pemantauan proses daur ulang kurangi sampah plastik di Taiwan

Ilustrasi. (Sigmund on Unsplash)
Sistem pemantauan proses daur ulang yang ditemukan oleh Institut Penelitian Teknologi Industri Taiwan melakukan pemantauan waktu nyata (real time) terhadap perubahan tekanan dan suhu selama proses di mana plastik dilebur pada suhu tinggi dan dibentuk menjadi bentuk baru.
Jakarta (Indonesia Window) – Institut Penelitian Teknologi Industri (The Industrial Technology Research Institute/ITRI) di Taiwan telah mengembangkan sistem pemantauan dengan bantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang secara efektif mengurangi limbah plastik.Setelah diadopsi oleh beberapa pabrik lokal, sistem tersebut telah terbukti meningkatkan tingkat limbah dan mengurangi tingkat cacat produk masing-masing sebesar 3 persen dan 30 persen, menurut siaran pers yang dikeluarkan oleh ITRI pada Selasa (4/10).Meskipun penerapan teknik penggunaan kembali plastik sudah luas, masih ada sampah plastik yang tidak dapat didaur ulang, kata Chu Chun-hsun, direktur umum Pusat Teknologi Sistem & Penginderaan Cerdas ITRI.Parameter peralatan cetakan injeksi mempengaruhi tingkat hasil dan produksi sampah plastik, jelas Chu.Karena jumlah itu bergantung pada pengalaman operator serta pengambilan sampel buatan manusia dan dimodifikasi selama proses, itu bisa memakan banyak waktu dan usaha sambil tetap menghasilkan produk yang cacat, kata Chu.Sistem pemantauan proses daur ulang yang ditemukan oleh Institut Penelitian Teknologi Industri Taiwan melakukan pemantauan waktu nyata (real time) terhadap perubahan tekanan dan suhu selama proses di mana plastik dilebur pada suhu tinggi dan dibentuk menjadi bentuk baru, kata Chu.Sistem yang dibantu oleh kecerdasan buatan itu memfasilitasi beberapa tugas online digital, seperti manajemen riwayat produksi, pemantauan konsumsi energi dalam proses, dan pengujian kualitas virtual, tambahnya.Produsen peralatan dapat meningkatkan mesin individu dengan menggunakan program bantuan kecerdasan buatan untuk meningkatkan nilai produk.Sementara itu, pengguna sistem tersebut dapat membangun lini produksi cetakan injeksi berbantuan kecerdasan buatan untuk meningkatkan kualitas produk dan meminimalkan limbah plastik, ungkap Chu.Menurut ITRI, sistem tersebut telah diadopsi di mesin cetak injeksi Victor Taichung Machinery Works Co. dan menerima umpan balik positif dari beberapa pabrik di Taiwan tengah dan selatan. Ini juga dapat diintegrasikan lebih lanjut ke dalam proses daur ulang sampah plastik untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas daur ulang.Sampah plastik masih menjadi isu dunia karena dampaknya yang merusak lingkungan.Dilansir dari Japan Today, pada 24 Februari 2022, negara-negara OECD (The Organisation for Economic Co-operation and Development) mencatat 460 juta ton plastik digunakan tahun lalu. Jumlah ini hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2000. Selama periode tersebut, jumlah sampah plastik meningkat lebih dari dua kali lipat, jadi 353 juta ton.Sumber: CNA TaiwanLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sel baterai lithium-ion kantung dapat terisi lebih dari 85 persen daya dalam waktu enam menit
Indonesia
•
21 May 2026

Kapal pelacak antariksa China angkat sauh untuk misi baru
Indonesia
•
19 Dec 2022

Indonesia punya 6,3 juta hektare tanah hitam, tapi terancam hilang
Indonesia
•
17 Dec 2024

Peneliti BRIN petakan sebaran keanekaragaman udang Mysid di Indonesia
Indonesia
•
21 Jul 2024


Berita Terbaru

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026
