
Perancang acara asal Prancis terangi kota kuno di China dengan kembang api

Kembang api menghiasi langit di atas Kota Nanchang, Provinsi Jiangxi, China timur, pada 22 Januari 2023. Memberikan berkah tradisional kepada penduduk setempat, sebuah pertunjukan kembang api besar digelar pada Minggu (22/1) di Nanchang untuk merayakan Festival Musim Semi. (Xinhua/Wan Xiang)
Pertunjukan kembang api bertajuk ‘Love of Fireworks’ menampilkan rangkaian kembang api di langit kota kuno Wanzai di Provinsi Jiangxi, China timur, dengan memadukan sentuhan romansa Prancis ke dalam budaya tradisional China, sehingga menciptakan bunga api indah yang menyoroti estetika Timur maupun Barat.
Nanchang, China (Xinhua) – Di bawah temaram sinar bulan, ratusan orang berkumpul di sebuah lapangan untuk menikmati drama kembang api bertajuk ‘Love of Fireworks’, yang menampilkan rangkaian kembang api di langit kota kuno Wanzai di Provinsi Jiangxi, China timur.Pertunjukan itu dirancang oleh Sophie Poirier, seorang wanita asal Prancis yang terlihat sedang menggoyangkan tubuhnya mengikuti alunan musik dan terlihat mencolok di tengah kerumunan.Selama persiapannya dalam merancang pertunjukan kembang api tersebut, Poirier memasukkan sentuhan romansa Prancis ke dalam budaya tradisional China, sehingga menciptakan bunga api indah yang menyoroti estetika Timur maupun Barat.Wanita Prancis tersebut terobsesi dengan budaya China sejak masih kanak-kanak. Pada masa kecilnya, Poirier sering membayangkan dirinya sebagai seorang putri China dalam balutan cheongsam, mengibaskan kipas sutra bundar, dan menyenandungkan melodi Opera Peking.Pada 1983, dia mengenyam bangku kuliah di Institut National des Langues et Civilisations Orientales untuk mempelajari bahasa Mandarin, yang menjadi keinginannya sejak dulu. Tiga tahun berselang, dia berkunjung ke China bersama neneknya dan merasakan pesona berbagai kota di China, seperti Guangzhou, Guilin, Chongqing, Shanghai, dan Beijing. Pemandangan yang menakjubkan di sepanjang perjalanan tersebut menjadi alasan Poirier untuk memutuskan bekerja di negara asing.Pada 1991, sebagai seorang perancang acara di ECA2, perusahaan penyelenggara acara berskala besar terkenal asal Prancis, Poirier mendatangi Taman Hiburan Beijing dan menyuguhkan film tirai air laser pertamanya yang memesona kepada audiens China.Lalu, dia berpartisipasi dalam upacara pembukaan Olimpiade Beijing 2008 sebagai anggota tim perancang acara internasional. Dia juga merancang pertunjukan-pertunjukan bagi banyak destinasi wisata terkenal, termasuk Gunung Hengshan di Provinsi Hunan, Gunung Changbai di Provinsi Jilin, dan kota kuno Hailongtun di Provinsi Guizhou.Meski Poirier memiliki pengalaman luas dalam desain pertunjukan, dia jatuh cinta dengan panggung kecil di Wanzai, sebuah kota kuno yang sepi dan memiliki riwayat pembuatan kembang api selama hampir 1.400 tahun, setelah menerima undangan kolaborasi dari Zeng Ming, manajer umum Wanzai Kaleidoscope Culture and Tourism Company.Perusahaan Zeng merupakan pemasok produk kembang api untuk Disneyland dan resor Universal, sekaligus discharge operator bagi Window of the World, sebuah taman hiburan terkenal di Shenzhen. Perusahaan Zeng menjual sekitar 600.000 boks produk kembang api ke Amerika Serikat (AS) setiap tahunnya, sehingga membentuk skala pengembangan dan tatanan industri yang relatif stabil di Wanzai.
Sejumlah karyawan membuat kembang api di sebuah pabrik di Dayao yang terletak di Kota Liuyang, Provinsi Hunan, China tengah, pada 11 Januari 2023. Menjelang Tahun Baru Imlek, perusahaan-perusahaan kembang api di Dayao menggenjot produksi mereka guna memenuhi permintaan pasar sembari memperkuat keamanan produksi. (Xinhua/Chen Sihan)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

CEO Boeing tegaskan dukungan bagi investigasi kecelakaan Boeing 787 Dreamliner
Indonesia
•
15 Jun 2025

China catat kemajuan signifikan dalam perlindungan indikasi geografis
Indonesia
•
01 Dec 2022

COVID-19 - Venezuela siap uji vaksin Rusia
Indonesia
•
13 Aug 2020

KBRI London buka kelas daring Bahasa Indonesia untuk penutur asing
Indonesia
•
02 Nov 2020


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
