
Pernikahan di Selandia Baru terus alami tren penurunan

Ilustrasi. (Sandy Millar on Unsplash)
Jumlah pernikahan di Selandia Baru terus mengalami penurunan jangka panjang pada 2025, sementara angka perceraian sedikit meningkat.
Wellington, Selandia Baru (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah pernikahan di Selandia Baru terus mengalami penurunan jangka panjang pada 2025, sementara angka perceraian sedikit meningkat, demikian dilaporkan oleh Stats NZ pada Senin (4/5).
Departemen statistik tersebut menyatakan bahwa terdapat 17.481 pernikahan dan ikatan sipil (civil union) pada 2025, turun 3 persen dari 2024 dan memperpanjang tren penurunan sejak awal 1970-an.
Tingkat pernikahan turun menjadi 7,6 per 1.000 orang yang memenuhi syarat pada tahun lalu, sekitar setengah dari level yang tercatat pada 2000 dan sekitar seperenam dari tingkat puncak 45,5 per 1.000 pada 1971, kata Rebekah Hennessey, selaku juru bicara bidang estimasi, proyeksi, dan cakupan populasi Stats NZ.
Pada saat yang sama, 7.887 perceraian dikabulkan pada 2025, naik 5 persen dari tahun sebelumnya. Meski meningkat, jumlah perceraian masih jauh di bawah puncak historis yang terjadi pada 1982 dan 2000, menurut data statistik.
Departemen tersebut menyatakan bahwa terdapat 2.565 pasangan dari luar negeri yang bepergian ke Selandia Baru untuk menikah pada 2025, sedikit lebih tinggi dibandingkan 2024. Lebih dari separuh pasangan tersebut berasal dari Australia, diikuti oleh Amerika Serikat.
Data jangka panjang menunjukkan sekitar sepertiga pernikahan di Selandia Baru berakhir dengan perceraian dalam waktu 25 tahun, sementara sekitar 60 persen pasangan tetap menikah seumur hidup, kata Hennessey.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sekjen PBB kutuk serangan terhadap warga Palestina yang sedang menunggu bantuan di Gaza utara
Indonesia
•
01 Mar 2024

36 orang tewas dalam serangan Israel di Palmyra, Suriah
Indonesia
•
22 Nov 2024

CDC Afrika: Korban tewas akibat mpox di Afrika bertambah jadi 1.200, angka kasus tembus 62.000
Indonesia
•
09 Dec 2024

COVID-19 – Pakar kesehatan sebut berbagai faktor picu kenaikan kasus parah di Beijing
Indonesia
•
24 Dec 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
